Setiap makhluk yang bernyawa tentu akan berpulang kembali kepada Allah, Sang pemilik semesta beserta isinya. Meskipun kematian menjadi rahasia Allah, kita sebagai hamba hanya perlu ikhtiar sehingga ketika janji kembali pada-Nya tiba, ada bekal amal sebagai penerang.

Selain amalan, ada beberapa persiapan yang harus dilakukan ketika mengurus jenazah. Lantas, apa hukum mengurus jenazah muslimah menurut Islam? Hal itu akan dibahas secara singkat pada penjelasan berikut termasuk syarat, proses hingga doa yang perlu dibaca.

Hukum Mengurus Jenazah Muslimah

Hukum mengurus jenazah muslimah tentu sama dengan jenazah muslim yakni fardhu kifayah. Maknanya apabila tidak ada satupun orang yang mengurus jenazah tersebut maka semuanya akan menanggung dosa, sementara apabila ada orang yang mengurus maka kewajiban itu akan gugur.

Jadi, sangat disayangkan ketika ada berita bahwa jenazah ditelantarkan oleh penduduk sebuah desa karena alasan tertentu. Apapun alasannya, dosa bagi mereka yang menelantarkan jenazah berlaku untuk semua orang kecuali ada satu di antara mereka yang bersedia mengurusnya.

Mereka yang bertugas mengurus jenazah tidak boleh awam karena ada syarat, proses dan doa yang perlu dibacakan. Sebaiknya untuk jenazah muslimah diserahkan proses pemandiannya kepada muslimah pula. Tidak diperbolehkan bagi laki-laki meskipun saudara, suami maupun anak untuk ikut serta.

Syarat Mengurus Jenazah Muslimah

Seperti yang dijelaskan sebelumnya bahwa jenazah perempuan harus dimandikan oleh pihak perempuan. Ada pula syarat lainnya yang harus dipenuhi untuk memandikan jenazah, yakni:

  • Jenazah harus dimandikan oleh pihak perempuan, berakal dan baligh.
  • Melafadzkan niat ketika memandikan jenazah.
  • Proses memandikan jenazah harus dilakukan oleh perempuan yang telah dipercaya, amanah dan paham hukum memandikan mayit.

Syarat tidak hanya harus dipenuhi oleh petugas yang memandikan jenazah. Ada pula syarat bagi jenazah yang wajib dimandikan dan tidak wajib. Jenazah yang meninggal syahid seperti gugur dalam peperangan, terdampak penyakit pandemi tidak wajib dimandikan. Inilah syarat bagi jenazah yang wajib dimandikan.

  • Jenazah beragama Islam.
  • Jenazah yang tubuhnya terpisah biasanya akibat kecelakaan, tetap wajib dimandikan meskipun tidak seluruh tubuh ditemukan. Bersihkan lukanya terlebih dahulu apabila memungkinkan.
  • Jenazah yang tidak meninggal syahid.

Proses Memandikan Jenazah Muslimah

Proses mengurus jenazah yang pertama kali dilakukan adalah mempersiapkan pemandiannya. Hal yang perlu dipersiapkan yakni:

  • Tempat mandi atau bak mandi.
  • Air bersih dan suci.
  • Sidr atau daun bidara.
  • Sabun mandi.
  • Sarung tangan.
  • Sedikit kapas.
  • Air kapur barus.

Apabila semua persiapan untuk memandikan jenazah sudah lengkap, maka langkah selanjutnya adalah memandikan jenazah dengan baik dan benar.

  • Tempat yang disediakan untuk memandikan jenazah harus sepi, tertutup dan tidak dimasuki orang lain selain petugas.
  • Taburi wewangian seperti membakar dupa untuk mencegah bau yang keluar dari tubuh jenazah. Selain itu wewangian yang ditaburi juga bermaksud agar malaikat turun memberikan rahmatnya (sumber: iNews)
  • Saat proses pemandian, jenazah dibaringkan dan diletakkan di tempat yang sedikit lebih tinggi agar percikan air tidak terkena jenazah. Jadi, jenazah bisa diletakkan di atas dipan atau dipangku oleh anggota keluarga yang turut serta dalam proses pemandian.
  • Jenazah dimandikan dalam keadaan tertutup seluruh anggota tubuhnya. Apabila kesulitan maka bisa dengan menutup auratnya saja. Aurat jenazah muslimah yakni dari dada sampai kedua lututnya.
  • Petugas yang memandikan wajib memakai alas tangan saat menyentuh aurat jenazah dan sunah saat menyentuh bagian tubuh selain aurat.
  • Perut jenazah diurut perlahan menggunakan tangan kiri guna mengeluarkan kotoran.
  • Petugas membersihkan kedua lobang kemaluan jenazah muslimah menggunakan tangan kiri yang telah dibungkus kain.
  • Gigi dan lubang hidung jenazah juga dibersihkan menggunakan jari telunjuk tangan kiri yang dialaskan kain basah. Apabila terkena kotoran maka disucikan terlebih dahulu.
  • Jenazah diwudhukan seperti ketika masih hidup, rukun maupun sunnahnya. Lafaz niat mewudhukan jenazah perempuan yakni nawaitul wudhu a li hadzihil mayyitati.
  • Terakhir, membasuh jenazah mulai dari kepala hingga telapak kaki dengan air sabun, sampo atau daun bidara.

Langkahnya sebagai berikut:

  • Guyurkan air ke kepala jenazah
  • Utamakan mengguyur sebelah kanan bagian depan anggota tubuh dengan posisi agak dimiringkan. Guyur mulai dari leher hingga kaki. Lanjut sebelah kiri mulai dari leher hingga kaki pula.
  • Jenazah diguyur air pada seluruh tubuh untuk ketiga kalinya menggunakan air yang dicampur sedikit kapur barus agar tidak mengubah kemutlakan air. Bisa juga dengan mengguyur air bersih tanpa kapur, setelah itu diperciki air kapur barus. Basuhan ini merupakan guyuran terakhir yang wajib dan disunnahkan membaca niat nawaitul ghusla ‘an haadzihil mayyiti.
  • Setelah dimandikan, tubuh jenazah dikeringkan menggunakan handuk. Jangan lupa untuk rambut jenazah muslimah yang harus dirapikan. Apabila rambutnya panjang maka dikepang tiga kali.

Proses Mengkafani Jenazah Muslimah

  • Setelah jenazah disucikan, maka sampailah pada proses mengkafani jenazah muslimah. Kain kafan yang digunakan terdiri dari lima lembar kain putih.
  • Lembar pertama yang paling bawah guna menutupi seluruh bagian badannya sehingga ukurannya harus lebih lebar.
  • Lembar kedua berguna untuk kerudung kepala.
  • Lembar ketiga berguna untuk baju kurung.
  • Lembar keempat digunakan sebagai kain untuk menutup bagian tubuh dari pinggang hingga kaki.
  • Lembar kelima untuk menutup bagian pinggul dan paha.

Cara mengkafani jenazah harus dilakukan dengan urutan sebagai berikut:

  • Susun kedua kain kafan yang telah dipotong menjadi lima bagian. Angkatlah jenazah dalam keadaan tertutup kain, letakkan di atas sejajar dengan kain kafan. Taburi dengan wewangian serta kapur barus.
  • Ikat kain penutup untuk kedua pahanya.
  • Pasangkan baju kurungnya bagi jenazah muslimah.
  • Tata rambut jenazah muslimah dan julurkan ke belakang.
  • Pakaikan penutup kepala.
  • Bungkus dengan kain yang terakhir, ikat dengan sobekan pinggir kain yang telah disediakan sebelumnya, lalu lepaskan ketika sampai di liang lahat.

Setelah prosesi pengurusan jenazah dilakukan dengan baik dan benar. Kemudian jenazah siap dishalatkan. Shalat jenazah dilakukan dengan posisi jenazah berada di depan para jamaah shalat.

Apabila Anda ingin seluruh proses pengurusan jenazah menjadi lebih mudah, maka bisa menggunakan jasa pemakaman. Mereka akan mengurus semua kebutuhan jenazah, mulai dari proses pemandian, pengkafanan dan penguburan. Segala kebutuhan pelayat juga dapat dipenuhi oleh pihak penyedia jasa tersebut, keluarga duka hanya tinggal menshalati jenazah saja.

Biaya dan proses pemakanan memang terkadang menjadi beban yang tidak terpikirkan sebelumnya. Saat ini Anda bisa menggunakan jasa tersebut agar ketika hari itu tiba, maka segala prosesnya tidak terlalu merepotkan keluarga.

Itulah penjelasan singkat mengenai hukum mengurus jenazah secara Islam. Apakah Anda tertarik untuk menggunakan jasa tersebut untuk memenuhi seluruh proses pemakaman? Segera hubungi pihak pengelola jasa untuk informasi lebih lengkap.

Artikel Lainnya

Mengenal Hukum Waris yang Berlaku di Indonesia

7 Tempat Pemakaman Termahal Di Indonesia, Elit dan Bertaraf Internasional

Segala kebutuhan mereka
di saat kita telah tiada

Proses pemakaman merupakan sebuah beban yang kadang tidak terpikirkan. Dapatkan kemudahan bersama kami.
Proteksi Pemakaman Jasa Pemakaman