Memiliki beragam produk keuangan menjadi sebuah keharusan untuk mendukung kebutuhan finansial. Tak hanya tabungan, Anda juga harus mendaftar asuransi. Pilihan asuransi sangat beragam dan salah satu yang sangat direkomendasikan adalah asuransi kematian.

Tak ada yang bisa mengetahui kapan kematian akan datang, karena Anda perlu menyiapkan kondisi keuangan yang stabil agar keluarga yang ditinggalkan nanti tidak mengalami kekurangan. Dengan mengikuti asuransi, maka keuangan keluarga lebih terjamin meski Anda sudah tiada nanti.

Pengertian dan Jenis Asuransi Kematian

Banyak yang tidak menyadari akan arti pentingnya mengikuti asuransi, apalagi saat menghadapi masa pandemi seperti saat ini. Kondisi keuangan bisa tiba-tiba mengalami penurunan yang drastis. Jika tidak memiliki produk keuangan seperti asuransi. Maka akan sulit untuk memenuhi kebutuhan hidup selanjutnya.

Lantas apa itu asuransi kematian dan apa saja jenisnya, produk keuangan yang termasuk dalam asuransi jiwa ini memberikan pertanggungan kepada anggota keluarga yang ditinggalkan. Selain itu asuransi ini juga akan mengcover seluruh biaya kematian, mulai dari perawatan hingga pemakaman.

Jadi keluarga yang ditinggalkan tidak akan terbebani karena semua sudah ditanggung oleh pihak asuransi. Untuk bisa mendapatkan manfaat ini, Anda harus membayar premi yang jumlahnya sesuai dengan kontrak yang sudah disepakati.

Untuk Anda yang ingin tahu berbagai jenis asuransi kematian. Perhatikan ulasan ringkasnya dibawah ini.

  1. Asuransi Jiwa Seumur Hidup

Bila Anda mengikuti asuransi ini, maka Anda akan mendapatkan perlindungan seumur hidup atau sampai batas usia yang ditentukan misalnya 100 tahun. Jenis asuransi ini bisa dipakai untuk memenuhi kebutuhan yang sifatnya darurat. Misalnya saja untuk biaya rumah sakit, dana sekolah, dan sebagainya.

Ada beberapa manfaat yang bisa didapatkan dengan mendaftar asuransi ini. diantaranya seperti mendapatkan nilai tunai dari premi yang dibayarkan. Nilai tunai tersebut bisa Anda manfaatkan untuk membayar premi pada bulan selanjutnya.

Selain itu, asuransi ini tidak bisa hangus jika tidak ada klaim dari nasabah, semua uang pertanggungan akan diberikan saat kontrak dinyatakan selesai. Premi yang harus dibayarkan untuk asuransi ini nilainya lebih rendah dari jenis asuransi lainnya seperti asuransi berjangka dan dwiguna.

  1. Asuransi Jiwa Unit Link

Dengan mendaftar asuransi ini, Anda tak sekedar membeli produk asuransi saja, tetapi juga melakukan investasi. Jadi sebagai nasabah Anda akan mendapat perlindungan sekaligus bunga investasi yang lumayan tinggi per tahunnya.

Akan tetapi bila dibandingkan dengan investasi murni, keuntungan yang didapatkan masih kalah jauh. Sebab itulah jika Anda mengincar keuntungan yang besar, sebaiknya membeli investasi dan jangan mengandalkan asuransi saja.

  1. Asuransi Jiwa Berjangka

Perlindungan yang diberikan oleh asuransi ini memiliki jangka waktu tertentu berdasarkan kontrak yang disepakati. Lamanya kontrak bisa mencapai 5 hingga 20 tahun dengan pembayaran premi yang selalu tetap.

Ada beberapa manfaat yang dimiliki oleh asuransi berjangka, diantaranya seperti kebebasan menentukan besarnya premi. Jadi Anda bisa menyesuaikan pembayaran premi dengan kondisi finansial Anda saat ini. Selain itu, uang pertanggungan yang diberikan juga lumayan besar. Bahkan bisa mencapai milyaran rupiah.

Jika nasabah meninggal saat kontrak masih aktif, maka secara otomatis keluargalah yang akan menjadi ahli waris dan mendapatkan uang pertanggungan dari asuransi tersebut.

  1. Asuransi Jiwa Dwiguna

Jika Anda ingin mengikuti asuransi yang juga bisa dimanfaatkan sebagai tabungan, maka asuransi dwiguna menjadi opsi yang tepat. Anda akan mendapatkan uang pertanggungan saat masa kontrak berakhir dan juga bisa menarik polis dalam waktu tertentu meski kontrak belum berakhir.

Artinya Anda tak perlu menunggu kontrak habis untuk bisa mengklaim polis. Jika Anda meninggal dunia nanti, uang pertanggungan tetap akan diberikan kepada keluarga sebagai ahli waris. Premi asuransi ini cukup tinggi, perbulannya bisa mencapai jutaan rupiah.

3 Manfaat Asuransi Kematian

Jenis asuransi ini menjadi salah satu produk keuangan yang cukup diminati di masa pandemi. Selain pilihan produknya beragam dengan premi yang bervariasi, ada banyak manfaat yang ditawarkan kepada para nasabah. Diantaranya sebagai berikut:

  1. Tidak Membebani Keluarga yang Ditinggalkan

Jika Anda adalah satu-satunya tulang punggung keluarga di rumah, maka sudah seharusnya mengikuti asuransi. Dikhawatirkan jika tiba-tiba Anda meninggal, maka anggota keluarga lainnya akan merasa kesulitan. Entah itu karena harus menanggung biaya pemakaman serta tak ada sumber dana lagi untuk hidup.

Dengan mengikuti asuransi jiwa, maka semua biaya yang berkaitan dengan proses pemakaman akan ditanggung sepenuhnya oleh pihak asuransi. Sementara keluarga yang ditinggalkan akan mendapatkan uang pertanggungan dari pihak asuransi.

  1. Mempersiapkan Biaya Pemakaman

Saat ini untuk bisa mendapatkan lahan pemakaman bukanlah hal yang mudah. Ada biaya tertentu yang harus dikeluarkan untuk memesan pemakaman. Apalagi jika pemakaman tersebut dikelola oleh swasta, maka dana yang diperlukan akan semakin tinggi.

Proses pemakaman tak sekedar menguburkan orang meninggal saja lalu semua proses selesai. Biaya yang dibutuhkan cukup tinggi, mulai dari biaya rumah sakit, pembelian tanah makam, peti mati, dan lain sebagainya. Setelah itu juga ada kewajiban untuk membayar biaya perawatan makam.

Biaya pemakaman yang tinggi tersebut tidak akan membebani siapapun jika Anda sudah mengikuti asuransi jiwa. Jadi itulah manfaat utama dari produk keuangan ini. Kondisi finansial keluarga akan tetap terjamin karena tak perlu mengeluarkan biaya pemakaman sepeserpun.

  1. Membantu Finansial Keluarga yang Ditinggalkan

Kematian bisa datang kapan saja dan tak ada yang dapat memprediksi. Jika Anda meninggal suatu saat nanti, tentunya akan terasa sangat berat bagi keluarga. Apalagi bila posisi Anda adalah sebagai tulang punggung keluarga, kondisi keuangan bisa tidak kondusif.

Sebab itu, selagi Anda masih di usia produktif, mulai rencanakan pengelolaan keuangan untuk 5 hingga 20 tahun ke depan supaya kondisi finansial tidak terkena krisis. Dengan mengikuti asuransi jiwa, biaya pertanggungan bisa dipakai untuk memperbaiki finansial keluarga.

Bagaimana Cara Klaim Asuransi Kematian?

Banyak yang mengira kalau asuransi tidak bisa diklaim dengan mudah. Padahal prosesnya terhitung cepat selama dokumen yang diperlukan sudah dilengkapi. Berikut ini adalah tahapan melakukan klaim asuransi jiwa. Antara lain:

  • Memberitahukan pihak asuransi kalau pihak tertanggung sudah meninggal dunia. Pelaporan ini harus dilakukan sesegera mungkin karena ada tenggat waktu pengajuan klaim yaitu mulai 30 hari hingga 60 hari setelah tertanggung meninggal dunia.
  • Menyiapkan dokumen-dokumen yang dipersyaratkan. Misalnya saja seperti akte kematian, polis asli, identitas diri tertanggung, identitas diri ahli waris, kartu keluarga, formulir klaim meninggal dunia yang diisi oleh dokter, serta dokumen penting lainnya.
  • Verifikasi data yang dilakukan oleh pihak asuransi. Proses ini bertujuan untuk mencocokkan data dari dokumen yang telah terkumpul dengan ketentuan pada polis. Proses verifikasi ini memakan waktu kurang lebih selama 14 hari.
  • Setelah verifikasi selesai, maka pihak asuransi akan mencairkan uang pertanggungan ke rekening ahli waris.

Produk dari asuransi kematian sangat beragam jenisnya. Jika Anda tertarik untuk mengikuti asuransi ini, pastikan memilih produk yang preminya sesuai dengan kemampuan finansial Anda. Selain itu perhatikan juga manfaatnya. Asuransi tersebut harus bisa mendukung tujuan finansial yang ingin Anda capai.

Artikel Lainnya

Kuburan Mewah San Diego Hills: Cara Pesan, Biaya, dan Kelebihannya

permalink

Panduan Memilih Pemakaman San Diego Hills untuk Islam

permalink

Segala kebutuhan mereka
di saat kita telah tiada

Proses pemakaman merupakan sebuah beban yang kadang tidak terpikirkan. Dapatkan kemudahan bersama kami.
Proteksi Pemakaman Jasa Pemakaman