Pandemi Covid yang tak kunjung reda memberikan dampak buruk bagi perekonomian global, tak terkecuali di Indonesia. Banyak karyawan yang terpaksa diberhentikan karena kondisi perusahaan yang kurang stabil. Sebab itulah sangat penting memiliki dana darurat dan asuransi agar kondisi finansial tak terpuruk.

Bayangkan jika tiba-tiba Anda kehilangan pendapatan dan tak memiliki tabungan sama sekali. Apakah masih bisa memenuhi kebutuhan hidup selanjutnya? karena itu Anda perlu menyisihkan sebagian pendapatan untuk ditabung sebagai antisipasi jika suatu saat mengalami masalah keuangan.

Urutan Terpenting dari Dana Darurat, Asuransi, dan Investasi

Baik investasi, asuransi, maupun dana darurat ketiganya sama-sama penting. Hanya saja Anda harus tahu mana yang lebih diprioritaskan. Terlebih jika pendapatan Anda tidaklah besar, memiliki ketiga produk keuangan tersebut bukanlah suatu keharusan.

Jika masih bingung mana dari ketiga produk tersebut yang mesti diutamakan, simak ulasan ringkasnya dibawah ini.

1. Dana Darurat

Mengapa dana darurat harus Anda miliki dan sangat diprioritaskan? Dana darurat berperan sebagai pondasi utama kebutuhan finansial. Jadi jika terjadi hal yang tak terduga dan memerlukan biaya dalam jumlah tertentu, dana darurat bisa dipakai untuk mengcover kebutuhan tersebut.

Di Masa pandemi seperti saat ini sangat penting untuk mempunyai dana darurat. Walau bagaimanapun tidak ada bisa yang memprediksi kapan perekonomian akan kembali pulih. Dengan memiliki dana darurat, kondisi keuangan akan menjadi lebih stabil dan terhindar dari defisit.

Jika Anda masih di usia produktif, jangan lupa selalu sisihkan pendapatan untuk ditabung sebagai dana darurat. Jumlahnya sesuaikan saja dengan kemampuan Anda. Untuk yang masih lajang, sangat disarankan memiliki dana darurat sebesar 6 kali lipat dari pengeluaran bulanan.

Sementara untuk Anda yang sudah menikah, besarnya dana darurat yang disarankan minimal sebesar 12 kali lipat dari belanja bulanan. Anda bisa menempatkan dana darurat di beberapa jenis instrumen keuangan. Mulai dari tabungan, reksadana, deposito berjangka, dan emas.

Pilih instrumen yang minim risiko dengan pengembalian yang mudah. Dengan begitu jika sewaktu-waktu Anda memerlukan dana dengan nominal tertentu. Anda bisa langsung mengambil dan menggunakan dana darurat tersebut.

2. Asuransi

Jika Anda sudah memiliki dana darurat yang cukup jumlahnya, maka sudah saatnya beralih ke produk kedua yang juga sangat diprioritaskan. Mengikuti asuransi menjadi langkah tepat untuk mengelola keuangan serta mengantisipasi risiko yang lebih besar.

Jenis dari produk keuangan ini sangat beragam, mulai dari kesehatan, jiwa, kecelakaan, dan lain sebagainya. Ada banyak manfaat yang bisa Anda peroleh jika mengikuti produk ini. Misalnya saja ketika Anda tiba-tiba sakit, maka premi bisa digunakan untuk mengcover biaya rumah sakit.

Begitu juga jika Anda mengikuti asuransi jiwa ataupun kematian. Maka keluarga yang ditinggalkan akan mendapatkan uang pertanggungan yang jumlahnya cukup besar. Uang tersebut bisa digunakan oleh anak-anak Anda nanti untuk melanjutkan hidup dan memenuhi kebutuhan mereka.

Setidaknya sisihkan 10% dari pendapatan untuk dana darurat serta untuk membayar premi. Jumlah uang yang digunakan untuk membayar premi selalu tetap. Jadi jika sisa uang Anda bisa lebih besar, sebaiknya dialokasikan untuk dana darurat atau jenis produk keuangan lainnya.

Ada banyak manfaat yang bisa Anda rasakan dengan membayar premi setiap bulannya secara teratur. Mulai dari mendapatkan kamar rawat inap yang nyaman, kemudahan mendapatkan perawatan di luar negeri, dan masih banyak yang lainnya.

3. Investasi

Menempatkan investasi di prioritas pertama menjadi salah satu kesalahan besar yang sering dilakukan oleh banyak orang. Akibatnya kondisi finansial menjadi kacau karena investasi sifatnya jangka panjang dan tidak bisa begitu saja dicairkan.

Sebab itulah jika Anda sudah memiliki dana darurat serta sudah mampu membayar premi, maka bisa mulai melirik investasi. Jenis instrumen investasi sangat beragam, mulai dari properti, reksa dana, saham, dan emas. Bijaklah dalam memilih properti dan jangan terpengaruh pada tren semata.

Investasi yang Anda pilih harus mampu mendukung tujuan finansial yang diinginkan. Misalnya saja untuk tabungan di hari tua, dana pendidikan anak-anak, dan lain sebagainya.

Memilih instrumen investasi juga harus disesuaikan dengan kemampuan. Masing masing instrumen tersebut memiliki risiko yang berbeda serta peluang mendapatkan untung yang berbeda pula. Jika Anda mencari produk investasi yang risikonya kecil, maka reksa dana dan emas menjadi opsi yang tepat.

Keunggulan dari dua produk tersebut adalah modal yang dikeluarkan tidak terlalu besar, disesuaikan dengan kondisi finansial Anda. Selain itu mudah dicairkan. Jadi jika sewaktu-waktu Anda butuh dana yang besar dan tidak bisa dicover dengan dana darurat saja, investasi ini bisa Anda pergunakan.

Tips Mengelola Keuangan di Masa Pandemi

Pendapatan yang Anda peroleh tak hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja. Sebisa mungkin sisihkan sebagian penghasilan untuk dana darurat, asuransi, serta berinvestasi. Di masa pandemi saat ini memang sulit untuk bisa mendapatkan penghasilan tambahan.

Sebab itulah pengelolaan keuangan yang baik sangat diperlukan agar tidak mengalami masalah finansial nantinya. Adapun beberapa tips mengatur keuangan di masa pandemi diantaranya adalah:

1. Membuat Daftar Pengeluaran

Salah satu cara agar penghasilan Anda bisa dialokasikan untuk berbagai keperluan adalah dengan melakukan penghematan. Misalnya saja dengan menekan pengeluaran belanja bulanan. Buatlah daftar barang apa saja yang harus dibeli dan tidak.

Prioritaskan barang-barang yang benar-benar Anda butuhkan. Dengan begitu besarnya dana untuk belanja bulanan bisa lebih ditekan. Dan Anda pun bisa melakukan penghematan dengan mudah dan cerdas.
Dengan cara ini Anda masih bisa menyisihkan uang untuk dana darurat meski penghasilan yang diperoleh mengalami penurunan selama masa pandemi.

2. Menghitung Seluruh Pendapatan

Besarnya penghasilan yang Anda peroleh tidak hanya berasal dari satu sumber saja. Bisa jadi Anda memiliki pekerjaan lainnya untuk menambah pendapatan. Agar keuangan terkelola dengan baik, sebaiknya Anda hitung semua penghasilan yang diperoleh selama sebulan.

Setelah itu alokasikan dana tersebut untuk berbagai keperluan. Mulai dari belanja bulanan, biaya pendidikan anak, cicilan kendaraan jika ada, tabungan dana darurat, membayar premi, membeli produk investasi, dan lain sebagainya.

Dengan begitu semua penghasilan yang Anda dapatkan bisa dimanfaatkan dengan maksimal. Dan segala kebutuhan Anda bisa terpenuhi dengan mudah.

3. Memprioritaskan Dana Darurat

Generasi milenial saat ini lebih suka menggunakan uangnya untuk berinvestasi ketimbang menyiapkan dana darurat. Akibatnya kondisi keuangan menjadi tidak stabil. Apalagi jika ada kebutuhan mendesak, tidak ada dana yang bisa mengcover keperluan tersebut dalam waktu singkat.

Beda halnya jika Anda mengutamakan dana darurat setiap bulannya. Pasti pengelolaan keuangan akan menjadi lebih mudah. Bila butuh biaya untuk kesehatan ataupun merenovasi rumah, Anda tak perlu mengambil uang tabungan atau malah berhutang.

Tinggal gunakan saja dana darurat yang Anda miliki. Besarnya uang yang harus disisihkan untuk dana darurat sesuaikan saja dengan kebutuhan. Ada baiknya 10% dari penghasilan total ditabung untuk menambah dana darurat.

Selain dana darurat, asuransi juga menjadi salah satu produk keuangan yang cukup diprioritaskan. Jenis dari instrumen ini cukup banyak, mulai dari kesehatan hingga kematian. Pilih produk yang sesuai dengan kemampuan agar Anda tidak merasa terbebani karena harus melakukan pembayaran premi.

Artikel Lainnya

Mengenal Hukum Waris yang Berlaku di Indonesia

7 Tempat Pemakaman Termahal Di Indonesia, Elit dan Bertaraf Internasional

Segala kebutuhan mereka
di saat kita telah tiada

Proses pemakaman merupakan sebuah beban yang kadang tidak terpikirkan. Dapatkan kemudahan bersama kami.
Proteksi Pemakaman Jasa Pemakaman