Anda tentu sudah tahu atau bahkan sadar pentingnya investasi. Dan agar Anda bisa benar-benar menikmati manfaatnya, memilih investasi terpercaya jelas adalah sebuah keharusan. Kalau tidak, Anda bisa jadi malah terjebak investasi bodong yang pastinya merugikan Anda.

Sayangnya, menghindari jebakan investasi bodong ternyata tak semudah kelihatannya. Sebab kedok yang digunakan investasi bodong saat ini semakin menarik dan bahkan sulit dikenali sebagai investasi abal-abal. Apalagi rupanya banyak public figure seperti influencer yang malah mempromosikan investasi bodong tersebut.

Kalau begitu, apakah artinya tidak ada cara yang bisa Anda lakukan untuk mengenali investasi bodong dan mencegah risiko jadi korbannya? Tentu saja jawabannya salah. Karena masih ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan agar Anda tidak terpancing rayuan investasi abal-abal, lho. Apa saja, ya?

6 Tips Memilih Investasi Terpercaya

Ini dia tips memilih investasi terpercaya sekaligus mencegah investasi bodong yang bisa Anda terapkan.

1. Pastikan status legalitas entitas/perusahaan investasi

Langkah pertama yang bisa Anda lakukan untuk menghindari risiko investasi abal-abal adalah dengan memastikan status legalitasnya. Artinya, perusahaan atau entitas yang menawarkan suatu produk investasi harus sudah mengantongi izin resmi dari instansi atau Lembaga yang berwenang.

Dan berikut ini adalah lembaga di Indonesia yang berwenang sebagai regulator dan penerbit izin terkait dengan aktivitas transaksi, yaitu:

  • Otoritas Jasa Keuangan (OJK), untuk produk perbankan, pembiayaan, asuransi, pasar modal, pegadaian, serta pembiayaan berbasis teknologi (misalnya fitech).
  • Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) dan Kementerian Perdagangan, untuk aset kripto dan komoditas berjangka.
  • Kementerian Koperasi dan UKM, untuk produk simpanan yang ditawarkan koperasi.
  • Kementerian Perdagangan, untuk produk MLM (multilevel marketing).
  • Kementerian Agama, untuk jasa perjalanan ibadah umroh dan haji.

Apakah izin sebagai Lembaga usaha saja cukup? Nyatanya tidak, karena penjual investasi bodong bisa saja memegang izin tersebut. Akan tetapi, mereka tentu tidak memiliki lisensi terkait kegiatan usaha yang ditawarkan, atau investasi tersebut.

2. Hindari investasi yang menjanjikan keuntungan terlalu luar biasa

Salah satu ciri utama investasi bodong adalah janji keuntungan yang terlalu mencengangkan, dan bahkan sering kali mencantum angkanya dengan jelas. Contohnya iklan Binomo yang berkedok sebagai platform trading online, yang mengklaim bisa memberikan keuntungan 1.000 dolar AS dalam sehari.

Meskipun terlihat sangat menggiurkan, tawaran investasi yang menjanjikan keuntungan secara terang-terangan justru wajib Anda waspadai karena dalam investasi ada juga yang disebut sebagai risiko, yang akan dijelaskan pada poin nomor 3 setelah ini.

 3. Ingat: selain keuntungan, ada juga risiko dalam investasi

Meskipun investasi bisa memberikan keuntungan, investasi juga mengandung risiko di dalamnya. Tak hanya itu saja, tingkat atau besarnya risiko juga berbanding lurus dengan tingkat atau besarnya keuntungan yang dapat dihasilkan oleh investasi tersebut. Dan inilah yang disebut sebagai high risk, high return.

Oleh karena itu, sudah bisa Anda simpulkan bahwa investasi dengan iming-iming keuntungan luar biasa tinggi tentunya juga punya risiko yang sama tingginya, kan? Dengan demikian, investasi yang menjanjikan keuntungan besar namun mengklaim minim atau malah tanpa risiko bisa dipastikan adalah investasi bodong.

Di samping itu, perusahaan investasi terpercaya juga akan selalu mengidentifikasi setiap calon nasabahnya terlebih dahulu, terutama dari segi profil risiko. Prosedur tersebut adalah bagian dari know your customer dan bertujuan untuk mengetahui profil risiko Anda, seperti preferensi Anda terhadap produk investasi dari segi risikonya. Setelah itu, perusahaan akan membantu Anda memilih produk yang sesuai dengan profil risiko Anda tersebut.

4. Bandingkan dengan data faktual yang tersedia di pasaran

Ketika Anda mendapatkan tawaran investasi, ada cara yang juga bisa Anda lakukan untuk memastikan kelayakan tawaran tersebut. Caranya adalah dengan melakukan perbandingan dengan data yang ada di pasaran. Dan pastinya, perbandingannya dilakukan dengan produk investasi yang sejenis.

Sebagai contoh, Anda mendapatkan tawaran investasi reksadana saham. Maka, cari data pembanding untuk reksadana saham, juga data yang bisa Anda hitung dan gunakan misalnya return on investment dari reksadana saham lain yang beredar di pasaran saat ini, serta data dan informasi yang tertera pada fund factsheet seperti biaya, portofolio, return, dan strategi investasi.

Anda juga bisa gunakan indeks harga saham sebagai pembanding untuk investasi saham. Contohnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) untuk membantu Anda mengukur performa instrumen investasi berbasis saham.

Sedangkan untuk pasar uang atau simpanan, Anda bisa gunakan bunga acuan sebagai indikator. Misalnya BI7DRR, yang merupakan rujukan utama semua bunga dalam mata uang rupiah. Anda juga bisa gunakan bunga penjaminan dari Lembaga Penjamin Simpanan (LSP) sebagai dasar pengukuran performa produk tabungan/simpanan yang lebih akurat.

5. Pelajari mekanisme investasi maupun trading yang ditawarkan

Dalam menjalankan aksinya, penjual investasi bodong tak hanya memberikan iming-iming angka keuntungan yang fantastis, tapi juga menggunakan sederet istilah rumit yang sulit dipahami orang awam. Tujuannya untuk membuat mereka terlihat valid dan seolah benar-benar pakar.

Nah, tips ini terutama penting bagi Anda yang terbilang pemula dalam dunia investasi agar Anda tidak mudah dibohongi. Utamakan berpikir kritis dan skeptis. Kemudian, jika Anda menemui istilah yang tidak Anda pahami, Anda tak perlu segan meminta penjual untuk menjelaskan dengan bahasa yang lebih mudah dipahami.

Apabila yang Anda temui adalah penjual investasi terpercaya, pasti mereka akan bersedia menjelaskan ulang sampai Anda paham, kok. Lebih baik jadi calon nasabah “cerewet” daripada Anda jadi korban investasi bodong dan rugi di kemudian hari, kan?

6. Perbanyak dan perdalam ilmu tentang investasi

Penting bagi Anda untuk banyak belajar tentang dunia investasi untuk membantu Anda memahami lebih dalam soal investasi dan menghindari risiko dibohongi oleh investasi bodong. Untungnya, sekarang ada banyak sumber informasi yang bisa Anda temukan di internet.

Anda bisa mulai dengan membaca-baca berita terbaru tentang dunia keuangan dan investasi, kemudian googling istilah-istilah yang tidak Anda kenali. Selain itu, Anda juga bisa mengikuti pakar investasi di Instagram atau mengikuti webinar investasi. Hanya saja, Anda juga tetap perlu berhati-hati saat memilih akun yang akan difollow dan webinar yang akan diikuti supaya Anda tidak malah terseret dalam pusaran investasi abal-abal.

Pada akhirnya, memilih investasi terpercaya mengharuskan Anda untuk banyak belajar, banyak mencari informasi, dan bersikap kritis. Dengan begitu, risiko Anda terjebak investasi bodong bisa ditekan seminim mungkin karena Anda jadi tidak mudah terbujuk oleh rayuan keuntungan fantastis yang sebenarnya tidak masuk akal sama sekali.

Itu tadi 6 tips yang bisa Anda lakukan untuk menghindari risiko jadi korban investasi bohongan. Semoga ulasan di atas bermanfaat untuk Anda dan bisa membantu Anda memilih investasi terpercaya juga, ya!

Artikel Lainnya

Mengenal Hukum Waris yang Berlaku di Indonesia

7 Tempat Pemakaman Termahal Di Indonesia, Elit dan Bertaraf Internasional

Segala kebutuhan mereka
di saat kita telah tiada

Proses pemakaman merupakan sebuah beban yang kadang tidak terpikirkan. Dapatkan kemudahan bersama kami.
Proteksi Pemakaman Jasa Pemakaman