Misteri mati suri masih menjadi suatu perkara yang mengundang banyak pertanyaan di pikiran masyarakat. Tak sedikit dari mereka yang menyangkut pautkan kejadian ini dari hal-hal mistis. Padahal dalam dunia medis, kejadian ini sudah sering terjadi dan bukan termasuk hal yang aneh maupun asing lagi.

Fenomena ini merujuk pada kejadian saat seseorang mendapatkan vonis meninggal namun tiba-tiba hidup lagi dalam beberapa waktu tertentu. Cirinya tidak jauh berbeda dengan orang yang benar-benar meninggal, yakni nadi tidak berdenyut, jantung berhenti berdetak, nafas hilang, hingga suhu menurun.

Faktor-Faktor yang Menyebabkan Mati Suri

Meski terdengar aneh, namun fenomena ini ternyata memiliki penjelasan tersendiri dalam dunia medis. Ada beberapa faktor yang menyebabkan orang meninggal bisa kembali hidup. Bahkan vonis kedukaan bisa saja terjadi berjam-jam hingga tanda-tanda kehidupan muncul. Berikut adalah penjelasannya:

1. Mengalami Hipotermia

Hipotermia merupakan kondisi suhu tubuh manusia yang menurun drastis hingga berada pada angka 35 derajat celcius. Ketika kondisi ini terjadi maka penderitanya bisa mengalami beberapa dampak. Seperti denyut nadi melemah, detak jantung turun, hingga pernafasan yang sangat minim.

Hipotermia memang bisa membuat seseorang berada pada kondisi yang sangat lemah. Hasilnya organ tubuhnya seolah sudah tidak berfungsi lagi dan tidak terdeteksi. Inilah yang membuat tenaga medis akan memvonis penderita meninggal. Namun, ketika sudah mendapatkan pertolongan yang tepat penderita bisa hidup lagi.

Inilah yang kemudian memunculkan persepsi adanya mati suri. Padahal sebenarnya orang tersebut masih dalam kondisi hidup. Hanya saja organ vitalnya melemah, sehingga tenaga medis tidak mampu mendeteksi adanya tanda-tanda kehidupan.

2. Terjadi Fase Tidur

Kejadian kedukaan suri memang sangat mendadak. Bahkan ada beberapa anggota keluarga orang yang mendapat vonis meninggal sudah memanggil event organizer pemakaman untuk mengurus semua prosesi pemakaman keluarganya. Tapi secara mengejutkan orang tersebut kembali hidup.

Dalam dunia medis, kejadian ini dikarenakan oleh adanya fase tidur dengan kondisi Rapid Eye Movement (REM). REM adalah keadaan ketika seseorang mengalami mimpi. Dalam fase ini orang tersebut akan merasakan kelumpuhan pada otot utama dengan sistem pernapasan yang lebih cepat dari kondisi normalnya.

Hal tersebut memungkinkan terjadinya halusinasi karena selama kejadian berlangsung mereka akan tetap bisa mendengarkan orang-orang yang berada di sekitarnya. Otak mereka masih tetap terbangun dan hanya tubuh yang merasa kaku seolah tidak bisa bergerak. Inilah yang memicu adanya kedukaan suri.

Tidak ada yang bisa memprediksi fenomena ini. Kedukaan memang cukup menyakitkan, namun apa yang bisa Anda lakukan selain bisa memberikan penghormatan terakhir bagi mendiang. Bagi Anda yang tinggal di daerah Jabodetabek, Anda bisa menggunakan jasa pemakaman Depok, Jasa pemakaman di Jakarta dan pemakaman alam sutera yang bisa membantu Anda.

3. Muncul Hiperkalemia

Penyebab mati suri ketiga yaitu munculnya hiperkalemia pada tubuh seseorang. Hyperkalemia merupakan keadaan ketika jumlah elektrolit kalium meningkat drastis dan terlalu tinggi dari taraf
normalnya. Dampak dari keadaan ini dapat membuat beberapa organ vital seperti jantung, paru-paru, dan saraf otak.

Apabila tidak mendapat penanganan yang tepat maka akan menyebabkan orang mengalami henti jantung hingga koma. Biasanya, saat penderita berada di level koma, dokter tidak akan langsung memberikan vonis meninggal.

Sebelumnya memang akan dilakukan tindakan CPR, namun setelah itu akan berhenti sekitar 10 sampai 15 menit untuk memberikan pengawasan. Apabila tidak ada perubahan dalam kondisi vitalnya dan tetap memperlihatkan tanda-tanda kedukaan baru dokter akan menyatakan pasien tersebut meninggal dunia.

4. Penumpukkan Udara dalam Rongga Dada dan Paru-Paru

Dari beberapa kejadian kedukaan suri, penyebab ini lebih banyak ditemukan. Biasanya, ketika seseorang mengalami henti jantung, gagal nafas, hingga koma pihak medis akan langsung melakukan tindakan CPR untuk mengembalikan fungsi organ vital pada penderita.

Akan tetapi, bukan berarti pertolongan ini tidak memberikan dampak apapun karena penderita bisa saja mengalami penumpukkan udara dalam rongga dada dan paru-paru. Kejadian ini dapat membuat sirkulasi aliran darah pada penderita terhenti sehingga tak jarang membuat tenaga medis menduga pasien sudah meninggal.

Namun, setelah beberapa saat, tekanan udara akan menurun secara perlahan dan pasien bisa memberikan respon berubah batuk, sadar dari pingsannya, hingga bisa kembali bergerak. Melalui kejadian ini, orang tersebut bisa dikategorikan mengalami kejadian mati sesaat.

5. Efek Obat yang Tidak Langsung Bekerja

Tahukah Anda, ternyata mati suri juga bisa terjadi karena adanya efek obat yang tidak langsung bekerja alias tertunda? Penyebab ini juga masih berkaitan dengan adanya tindakan CPR yang dilakukan oleh tenaga medis untuk orang-orang yang sekarat.

Selain memompa dada untuk membuat fungsi organ vital kembali normal, dokter juga akan memberikan obat-obatan khusus. Akan tetapi, hampir semua obat mempunyai daya sebar yang berbeda-beda. Ada yang lambat, ada juga yang cepat.

Obat-obatan yang diberikan selama CPR juga membutuhkan waktu beberapa saat hingga bisa mencapai jantung untuk memberikan dampaknya. Namun, efek dari obat ini juga dipengaruhi dari jumlah penumpukan udara.

Jika penumpukan udara tinggi, maka darah akan ikut tersumbat dan obat pun tidak akan bisa sampai ke jantung. Apabila prosesnya cukup lama maka kemungkinan pasien akan mengalami fenomena mati sesaat. Lalu, setelah penumpukkan udara cukup rendah, obatnya akan langsung bereaksi.

6. Kadar Karbondioksida dalam Tubuh Meningkat

Setiap tubuh manusia memiliki kadar karbondioksida. Akan tetapi, jika kadar ini memiliki jumlah yang terlalu tinggi, maka bisa memberikan pengaruh yang cukup fatal untuk keseimbangan kimiawi pada tubuh manusia. Seseorang yang mengalami hal ini biasanya ia yang selamat dari serangan jantung.

Hanya saja, ketika kejadian berlangsung, fungsi otak akan berhenti selama kurang lebih 30 detik. Secara sadar orang yang mengalami akan mengetahui kejadian di sekitarnya selama 3 menit setelah jantung berhenti. Jika tertolong orang tersebut akan hidup lagi.

Sudah Tahu Penjelasan Medis dari Mati Suri?

Dari penjelasan tadi bisa disimpulkan bahwa, mati suri bukanlah kejadian mistis melainkan ada penyebab medisnya. Kedukaan sesaat ini mungkin akan cukup membingungkan pihak keluarga, karena mereka harus mengurus pemakaman yang butuh banyak persiapan.

Tidak perlu khawatir, karena ada Kamboja yang bisa membantu Anda. Kamboja memberikan layanan paket proteksi pemakaman yang dapat Anda pilih sesuai dengan kebutuhan. Melalui layanan ini, kapanpun kedukaan itu datang, pihak keluarga tidak perlu repot mengurus kebutuhan prosesi kedukaan agar berjalan dengan baik. Hubungi kontak Kamboja sekarang untuk mendapatkan informasi selengkapnya.

Disclaimer: Kamboja tidak dapat menjamin kebenaran atau keakuratan data, tips maupun informasi yang tercantum di dalam artikel diatas. Mohon hubungi pihak terkait atau pun instansi yang berwenang jika anda memerlukan bantuan medis maupun administratif.

Artikel Lainnya

Bagaimana Cara Pengiriman Jenazah Jakarta dan Sekitarnya

permalink

Apa Saja Peran dan Tugas Unit Penyelenggaraan Jenazah

permalink

Segala kebutuhan mereka
di saat kita telah tiada

Proses pemakaman merupakan sebuah beban yang kadang tidak terpikirkan. Dapatkan kemudahan bersama kami.
Proteksi Pemakaman Jasa Pemakaman
Rated Excellent 5.0/5.0