Asuransi jiwa merupakan suatu jaminan kesejahteraan jiwa yang cukup penting. Sayangnya, banyak kabar yang masih simpang siur mengenai jenis asuransi tersebut, sehingga banyak orang yang ragu memakainya. Agar tidak ragu mengambil asuransi ini, ketahui dulu mitos dan fakta tentang asuransi jiwa.

Definisi asuransi jiwa adalah jenis asuransi yang bertujuan untuk menjauhkan diri dari kerugian materi karena adanya risiko meninggal dunia. Meskipun tidak ada yang tahu waktu ajal, namun kematian perlu diantisipasi dampak kesulitannya sejak dini agar tidak menimbulkan musibah bagi keluarga yang ditinggalkan.

Mitos dan Fakta Tentang Asuransi Jiwa

Kematian tidak hanya menimbulkan kesedihan yang mendalam bagi keluarga, tetapi juga dapat mendatangkan beban tersendiri dari segi finansial. Apalagi jika yang meninggal adalah tulang punggung keluarga, maka hal ini akan mendatangkan penderitaan yang berkelanjutan bagi keluarga.

Oleh karena itu, sangat penting bagi Anda untuk memahami informasi tentang asuransi jiwa yang benar dan valid. Adapun mitos dan fakta yang perlu dipahami dari asuransi jiwa yakni sebagai berikut:

1. Memiliki Asuransi Jiwa Sama dengan Mengharapkan Musibah

Pernahkah Anda mendengar seseorang berkata bahwa memiliki asuransi jiwa sama saja mengharapkan musibah datang? Perlu digaris bawahi bahwa asuransi jiwa dimiliki bukan karena Anda mengharapkan musibah datang.

Faktanya, hal ini adalah suatu langkah antisipasi agar tidak terjadi dampak yang buruk setelah Anda meninggal nanti. Memang, tidak ada yang tahu kapan kematian akan menjemput, namun Anda tetap bisa mengantisipasi musibah yang kemungkinan bisa terjadi setelahnya.

Bisa dibilang, asuransi jiwa adalah suatu perencanaan keuangan yang sangat penting dimiliki oleh setiap orang. Apalagi bagi Anda yang bekerja di lingkungan yang memiliki risiko tinggi.

2. Asuransi Hanya untuk Perlindungan Jiwa

Benarkah asuransi jiwa hanya bisa digunakan untuk melindungi jiwa saja karena terjadi kematian? Faktanya, asuransi jiwa tidak hanya berguna saat terjadi kematian saja.

Meskipun manfaat utamanya bisa diperoleh saat terjadi kematian, namun asuransi jiwa juga dapat mengakomodasi biaya medis akibat kematian sampai dengan biaya pemakaman, tergantung dengan jenis proteksi dan benefit asuransi yang dipilih.

2. Asuransi Hanya Untuk Orang Tua

Mitosnya, asuransi jiwa hanya ditujukan untuk orang tua atau orang yang sudah bekerja saja. Sehingga, anak muda tidak perlu menggunakan jenis asuransi tersebut. Faktanya, risiko sakit, kecelakaan, atau kematian dapat menimpa siapa saja, termasuk anak muda yang masih lajang dan sehat.

Apalagi, tidak sedikit anak muda yang menjalani hidup dengan konsumtif, sehingga mempunyai beban utang seperti pay later ataupun kartu kredit. Dengan memiliki asuransi jiwa, maka keluarga yang ditinggalkan dapat terhindar dari kewajiban membayar utang.

3. Ibu rumah Tangga Tidak Butuh Asuransi

Mitos yang satu ini paling kerap dipertimbangkan di lingkungan sosial. Lalu, apakah benar jika ibu rumah tangga tidak butuh asuransi? Faktanya, Ibu rumah tangga adalah manusia biasa yang memiliki risiko mengalami sakit atau kecelakaan kapan saja.

Meskipun masih ada suami yang menanggung biaya berobat, akan tetapi kita tidak dapat memprediksi masa depan.

Bagaimana jika ternyata pada saat terjadi kematian, ternyata suami tidak memiliki persiapan biaya untuk rumah sakit dan pemakaman? Oleh karena itu penting sekali untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk ini.

3. Harga Premi Asuransi Mahal

Mitos dan fakta tentang asuransi jiwa yang berikutnya yakni harga premi asuransi mahal dan tidak bisa dimiliki oleh semua lapisan masyarakat. Faktanya, asuransi jiwa mempunyai ragam biaya premi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan setiap orang.

Anda dapat membayar premi per bulan, per semester, atau per tahun. Siapa saja, tidak peduli latar belakang pendidikan atau pekerjaan, tetap bisa mempunyai asuransi jiwa dengan metode pembayaran sesuai dengan kondisi finansial.

4. Proses Klaim Asuransi Ribet

Mitosnya, proses klaim asuransi jiwa tidak mudah, bahkan cenderung dipersulit oleh pihak pengelola asuransi. Faktanya, ada banyak perusahaan asuransi di Indonesia yang mempunyai proses klaim yang mudah.
Bahkan, beberapa perusahaan asuransi menerapkan prosedur yang mudah, yakni pihak yang mengklaim tidak perlu mengirimkan dokumen fisik karena tersedianya akses online.

5. Produk Asuransi Sama Semua

Mitos dan fakta tentang asuransi jiwa di masyarakat yang berikutnya yaitu semua produk asuransi adalah sama saja. Seperti yang diketahui, saat ini ada banyak produk asuransi yang ditawarkan oleh penyedia layanan asuransi, mulai dari asuransi kendaraan, asuransi pendidikan, asuransi kerja, dan lain-lain.

Lantas, apakah berbagai jenis asuransi tersebut tidak sama dengan asuransi jiwa? Faktanya, produk asuransi jiwa memiliki manfaat dan keunggulannya tersendiri jika dibandingkan dengan produk asuransi lainnya.
Seperti yang telah disinggung sedikit di atas, bahwa produk asuransi jiwa tersedia dalam berbagai biaya dan premium, sehingga dapat dipilih sesuai kebutuhan setiap penggunanya.

6. Tidak Perlu Beli Asuransi Jika Sudah Punya Tunjangan Kantor

Apakah seseorang tidak perlu memakai asuransi jiwa jika telah mendapatkan tunjangan dari kantor? Faktanya, tidak ada yang bisa memprediksi apakah seseorang tetap bisa bekerja terus di suatu kantor dan memperoleh tunjangan tersebut.

Apabila kantor tempat Anda bekerja menyerahkan tunjangan kesehatan selama setahun, misalnya sebesar satu bulan gaji, maka tunjangan tersebut adalah insentif bagi Anda. Lazimnya, kantor tidak memberikan fasilitas asuransi bagi karyawan yang masa kerjanya di bawah satu tahun.

Selain itu, pikirkan kemungkinan bahwa Anda terkena penyakit kronis yang memerlukan biaya besar dibanding proteksi yang diberikan oleh kantor. Itulah mengapa Anda perlu memiliki asuransi jiwa secara pribadi untuk memproteksi kesulitan finansial di masa mendatang.

7. Tidak Perlu Asuransi karena Sudah Punya BPJS

BPJS adalah asuransi yang memang wajib dimiliki, namun kehadiran asuransi swasta dapat memberikan jaminan yang lebih menenangkan untuk Anda dan keluarga. Terkadang, untuk bisa mengklaim benefit dari BPJS perlu waktu yang tidak singkat karena harus menunggu antrian.

Agar bisa memperoleh rujukan, bahkan peserta BPJS terkadang harus bolak-balik beberapa kali. Bayangkan jika orang tua Anda yang sudah lanjut usia harus mengantri lama. Hal ini tentu malah menjadi beban pikiran tersendiri, bukan?

Pada dasarnya, BPJS dan asuransi bekerjasama dalam bentuk co-operation of benefit. Jadi, saat masuk ke rumah sakit pertama kali, maka masuklah melalui jalur BPJS. Selanjutnya, baru gunakan produk asuransi sebagai penambahan.

Dengan begitu, maka Anda bisa memperoleh harga BPJS, namun fasilitasnya asuransi swasta. Anda bisa menaikkan level kelas rawat inap, namun biaya lain-lain tetap ditanggung BPJS.
Jika sudah pernah melakukan perawatan atau membeli obat-obatan yang tidak dijamin BPJS, maka Anda bisa meminta ganti biaya melalui sistem asuransi.

Dari penjelasan di atas, dapat diketahui bahwa mitos dan fakta tentang asuransi jiwa. yang masih simpang siur di masyarakat telah terjawab dengan detail. Sekarang, Anda tidak perlu ragu lagi jika ingin menggunakan produk asuransi jiwa dengan premi yang sesuai kebutuhan Anda.

Artikel Lainnya

Mengenal Hukum Waris yang Berlaku di Indonesia

7 Tempat Pemakaman Termahal Di Indonesia, Elit dan Bertaraf Internasional

Segala kebutuhan mereka
di saat kita telah tiada

Proses pemakaman merupakan sebuah beban yang kadang tidak terpikirkan. Dapatkan kemudahan bersama kami.
Proteksi Pemakaman Jasa Pemakaman