Modus penipuan asuransi - Sebagai sebuah produk finansial, sebagian besar produk asuransi akan ditawarkan kepada masyarakat lewat agen pemasar. Kehadiran dari agen pemasar ini dapat memberikan pertolongan bagi para calon nasabah untuk lebih memahami sebuah produk asuransi. Para calon nasabah dapat bertanya terkait dengan berbagai informasi mengenai produk asuransi dan konsultasi tentang produk yang sesuai dengan kebutuhan, manfaat-manfaat yang ditawarkan produk asuransi, cara klaim, dll.

Terlepas dari peran positif yang dilakukan oleh para agen asuransi tersebut, ada juga oknum tidak bertanggung jawab yang terkadang melakukan penyalahgunaan perannya sebagai seorang agen. Jadi, jika Anda hendak membeli asuransi, kenali modus-modus penipuan yang dilakukan oleh oknum agen asuransi tersebut. Tujuannya agar Anda dapat terhindar dari kerugian yang besar dan tidak kapok membeli asuransi. Lalu apa saja modus penipuan asuransi BRI? Simak selangkapnya pada artikel ini.

Modus–modus dalam Penipuan Asuransi

Modus penipuan asuransi merupakan sebuah tindakan yang memang sengaja dilakukan oleh agen maupun perusahaan asuransi hanya demi mendapatkan keuntungan finansial semata. Penipuan ini bisa terjadi di berbagai titik pada transaksi pemegang polis, penuntut pihak ketiga, atau profesional yang akan memberikan pelayanan kepada penuntut.

Harus diketahui, seseorang yang melakukan penipuan dalam asuransi ini termasuk:

  • Orang–orang yang biasa yang mau menutupi deductible mereka untuk memandang atau mengajukan klaim sebagai sebuah peluang untuk bisa menghasilkan sedikit uang.
  • Penjahat yang terorganisir memiliki tujuan mencuri dengan jumlah besar lewat aktivitas bisnis penipuan.
  • Profesional dan juga teknisi yang akan menaikkan biaya layanan maupun membebankan biaya untuk sebuah layanan yang tidak akan diberikan.

Lalu sebenarnya bagaimana modus–modus penipuan dalam sebuah asuransi yang banyak beredar di masyarakat? Berikut ini adalah penjelasan lengkapnya.

1. Agen Asuransi Menutupi Informasi Produk

Modus penipuan asuransi JNE ini sering terjadi kepada para nasabah asuransi unit link disebabkan karena agen tersebut banyak menutupi informasi produk. Hal ini dilakukan oleh agen asuransi hanya agar fokus untuk bisa mendapatkan komisi penjualan premi asuransi. Umumnya, modus penipuan asuransi unit link ini akan dilakukan agen dengan hanya memaparkan manfaat dalam investasi, tetapi tidak menjelaskan risikonya dengan sejelas mungkin. Padahal, sama seperti instrumen investasi lainnya, investasi lewat unit link juga mempunyai risiko kerugian.

2. Premi Transfer

Premi transfer ini adalah sebuah oknum agen asuransi menjaring calon nasabahnya. Supaya Anda tidak terkena modus ini, hindari untuk melakukan transfer uang premi ke dalam rekening pribadi agen atau sales asuransi. Utamakan untuk melakukan transfer secara langsung ke dalam rekening perusahaan yang sudah tertulis di dalam polis atau dalam website perusahaan.

3. Mengganti Polis Pada Saat Nasabah Mengajukan Upgrade atau Downgrade

Modus ini sangat sering terjadi pada kasus penipuan agen asuransi. Dengan alasan untuk melakukan upgrade terhadap polis yang Anda miliki, oknum agen asuransi justru akan membuka polis baru sesuai dengan manfaat yang Anda inginkan. Hal ini memiliki tujuan supaya agen bisa mendapatkan komisi atas pembukaan polis baru tersebut.

Sekilas, Anda mungkin tidak akan sadar sebab manfaat yang tertera di dalam polis Anda sesuai dengan yang Anda inginkan. Cara mudahnya agar bisa mengetahui apakah polis Anda merupakan polis lama yang sudah di-upgrade atau polis baru adalah lihat dari nomor polis yang tertera di dalamnya. Jika itu polis lama, maka nomor polis tidak akan berubah. Sementara, jika itu adalah polis baru, maka nomor polis Anda akan berubah.

Selain itu, apabila Anda teliti, hal ini bisa merugikan Anda karena premi yang harus dibayar untuk polis baru lebih tinggi seiring dengan bertambahnya usia. Apabila polis Anda yang lama punya nilai tunai, Anda tetap harus selalu waspada, karena bisa jadi nilai tunai dari polis yang lama ditarik untuk membayar premi polis yang baru.

Anda dapat mencegah supaya hal ini tidak terjadi. Biasanya di saat nasabah mengajukan upgrade, perusahaan asuransi akan mengirimkan notifikasi pemberitahuan bahwa underwriter sedang mempertimbangkan permohonan upgrade yang Anda miliki. Di saat Anda menerima notifikasi, teliti terlebih dahulu nomor polis yang tertera, apakah nomor polis tersebut masih sama dengan polis lama atau tidak.

Jika tidak sama, segera laporkan hal tersebut ke customer service supaya mereka dapat segera mungkin untuk menangani kasus tersebut. Jika polis baru Anda sudah terlanjur terbit dengan nomor yang berbeda, laporkan juga hal ini dan minta perusahaan asuransi mengganti kerugian yang Anda tanggung. Biasanya, perusahaan asuransi akan memberikan sanksi kepada para agen yang nakal seperti itu.

Anda juga dapat mencegah hal tersebut terjadi dengan membaca secara teliti setiap formulir maupun dokumen yang diberikan oleh agen untuk Anda tanda tangani. Hindari untuk memberikan tanda tangan pada dokumen maupun formulir yang masih dalam keadaan kosong, dan jangan sembarangan memberikan tanda tangan pada dokumen maupun formulir yang Anda belum baca dan tidak dimengerti isi di dalamnya.

4. Fee Churning

Mempunyai tujuan yang sama, free churning juga menjadi salah satu modus penipuan asuransi agar mendapatkan komisi dalam pembukaan polis yang baru. Umumnya, agen maupun sales asuransi akan membujuk para nasabahnya untuk pindah dengan memberikan janji manis seperti pelayanan yang prima dan terbaik.

Nasabah yang khawatir pastinya akan menemukan masalah klaim bila tidak dibantu dengan agen asuransi, banyak sekali nasabah terbujuk dengan godaan tersebut. Padahal, perusahaan asuransi yang sudah terpercaya akan membantu pada setiap permasalahan nasabahnya tanpa adanya agen maupun sales asuransi sekalipun.

Harus selalu diingat dengan berpindah asuransi pastinya akan terdapat sebuah risiko membuat premi yang harus dibayarkan semakin tinggi seiring bertambahnya umur. Setiap produk asuransi juga akan memberikan penawaran yang begitu beragam. Pindah asuransi membuat Anda berisiko melepas suatu manfaat yang mungkin tidak akan ditawarkan oleh asuransi yang baru.

Tips Menghindarinya Modus Penipuan Asuransi

Jika Anda menemukan modus yang mencurigakan seperti penjelasan di atas, sebelum terlambat lebih baik laporkan agen asuransi tersebut. Anda dapat melapor ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Asuransi atau investasi pada umumnya harus mendapatkan izin dari pihak OJK, jika tidak adanya pengawasan dari OJK sudah dipastikan adalah penipu.

Keuntungan bila mendaftar asuransi, memang kebutuhan finansial di masa depan lebih bisa terjamin. Seperti untuk pendidikan pada saat anak mulai masuk SMP, asuransi bisa cair dan digunakan sebagai biaya sekolah. Selain itu Anda juga harus selektif mencari detail informasi dari internet.

Agar lebih yakin, coba baca testimoni dari produk yang berkaitan, testimoninya harus asli, bukan dari buzzer perusahaan maupun akun bodong yang hanya digunakan untuk melakukan review tersebut. Jangan mudah tergoda dengan keuntungan yang akan di dapatkan, tetapi pertimbangkan mekanismenya seperti apa.

Artikel Lainnya

Mengenal Hukum Waris yang Berlaku di Indonesia

7 Tempat Pemakaman Termahal Di Indonesia, Elit dan Bertaraf Internasional

Segala kebutuhan mereka
di saat kita telah tiada

Proses pemakaman merupakan sebuah beban yang kadang tidak terpikirkan. Dapatkan kemudahan bersama kami.
Proteksi Pemakaman Jasa Pemakaman