Apakah Anda sudah melakukan perencanaan keuangan? Perencanaan keuangan ini sangat penting terutama untuk jangka panjang. Salah satu alasannya adalah karena perencanaan keuangan jangka panjang dapat membantu menjamin bahwa segala kebutuhan Anda dan keluarga di masa depan tetap terpenuhi.

Lalu, kapan perencanaan keuangan jangka panjang perlu dilakukan? Jawaban yang paling tepat adalah melakukan perencanaan sedini mungkin, atau sejak masih muda dan bahkan ketika masih lajang sekalipun. Dengan begitu, Anda punya waktu lebih lama untuk mempersiapkan segalanya mulai dari menabung, berinvestasi, hingga melindungi diri dengan asuransi. Tak hanya itu saja, perencanaan keuangan sejak muda juga akan membantu Anda mengelola utang dengan lebih bijak.

Kalau begitu, bagaimana ya cara melakukan perencanaan keuangan untuk jangka panjang? Simak daftar dan penjelasannya di bawah ini terlebih dahulu, yuk!

Tips Melakukan Perencanaan Keuangan Jangka Panjang

Ini dia 9 tips atau cara untuk melakukan perencanaan keuangan jangka panjang yang bisa Anda coba sedini mungkin.

1. Tentukan tujuan keuangan jangka panjang

Sebelum Anda melakukan sesuatu, pada dasarnya Anda perlu tentukan dulu apa yang menjadi tujuannya. Dengan begitu, Anda pun tahu apa tujuan atau alasan Anda melakukan sesuatu, misalnya alasan Anda melakukan perencanaan keuangan jangka panjang.

Tetapkan dulu apa tujuan keuangan Anda dalam jangka panjang dan apa yang ingin Anda persiapkan sejak sekarang. Misalnya untuk dana pensiun, biaya resepsi pernikahan, membeli rumah untuk keluarga, dan sebagainya.

Selain itu, tentukan juga berapa lama waktu yang Anda inginkan sampai tujuan tersebut terwujud. Karena ini adalah perencanaan untuk jangka panjang, tujuan keuangan yang dimaksud biasanya adalah tujuan yang perlu Anda capai dalam waktu 5 tahun atau lebih.

2. Hitung penghasilan bulanan

Langkah berikutnya adalah mencatat dan menghitung seluruh penghasilan atau pemasukan Anda setiap bulannya. Jika Anda adalah karyawan dengan gaji tetap, Anda bisa langsung catat dan hitung gaji bulanan yang diterima, plus estimasi kenaikan gaji yang ditetapkan secara berkala oleh perusahaan.

Sedangkan jika Anda adalah pengusaha atau wirausahawan, Anda bisa catat dan hitung penghasilan bulanan dengan membuat forecast menggunakan data dari bulan atau tahun sebelumnya sebagai dasarnya.

3. Alokasikan pengeluaran rutin berdasarkan prioritas

Selain itu, pastikan pula untuk mengalokasikan pengeluaran bulanan. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa penghasilan yang Anda terima selalu dikeluarkan untuk hal-hal yang memang penting dan mendasar. Misalnya belanja kebutuhan pokok dan pribadi, membayar cicilan, biaya pendidikan, uang transportasi, dan sebagainya.
Selalu alokasikan pengeluaran berdasarkan prioritas. Artinya, dahulukan hal-hal yang penting seperti yang sudah disinggung tadi. Catat juga pengeluaran Anda setiap hari untuk membantu Anda melacak ke mana saja uang Anda dibelanjakan.

4. Bayar dan lunasi utang tepat waktu

Apabila Anda masih memiliki utang atau cicilan, keduanya harus dimasukkan ke dalam prioritas pengeluaran. Tujuannya tentu agar hutang Anda cepat lunas dan terbayar tepat waktu. Jadi, Anda juga bisa terhindar dari risiko denda karena keterlambatan pembayaran, kan?

Oh iya, berutang tidak selalu berarti hal buruk, lho! Selama Anda bijak dalam berhutang sesuai dengan kemampuan finansial, berutang sah-sah saja dilakukan. Apalagi berutang juga bisa bantu mengembangkan usaha bagi Anda yang punya bisnis, atau memenuhi kebutuhan yang bersifat mendesak dan darurat.

5. Jaga rasio utang

Salah satu cara yang bisa Anda lakukan untuk berhutang secara bijak adalah dengan menjaga rasio utang dalam angka atau kisaran yang sehat. Rasio yang sehat ini berbeda-beda tergantung apa kebutuhan atau tujuan Anda, dan bisa pula Anda tetapkan sendiri tanpa harus “menyontek” financial advisor.

Yang perlu Anda perhatikan adalah memastikan bahwa Anda berhutang dengan wajar, bijak, serta sesuai kemampuan finansial Anda. Dengan begitu, risiko terlilit utang bisa diminimalisir dan pikiran Anda tidak akan terbebani oleh tanggungan utang yang menumpuk.

6. Alokasikan dana darurat

Dalam perencanaan keuangan yang tepat, dana darurat pasti selalu ada. Tujuan dari dana darurat ini adalah untuk mengantisipasi kejadian-kejadian yang tak diinginkan dan tak terduga di masa depan. Misalnya saat Anda keluar dari pekerjaan Anda saat ini, atau usaha yang sedang Anda jalankan mengalami kegagalan di kemudian hari.

Dengan adanya dana darurat, kebutuhan Anda dan keluarga pun akan tetap terpenuhi meskipun hanya untuk sementara waktu. Dengan begitu, Anda akan bisa mencari jalan keluar atas kondisi yang dihadapi dengan pikiran jernih, kan?

Karena fungsinya, dana darurat jelas tidak bisa diganggu-gugat. Bahkan dana darurat tidak bisa disamakan dengan uang tabungan. Sedangkan besarnya dana darurat biasanya adalah besar pengeluaran Anda dan keluarga untuk 6 bulan atau lebih banyak, lebih baik.

7. Pisahkan dana tabungan dengan dana investasi

Seperti yang sudah Anda ketahui, menabung dan berinvestasi termasuk dua kunci penting dalam perencanaan keuangan yang bijak, termasuk perencanaan keuangan jangka panjang. Karena menabung dan investasi punya tujuan yang berbeda, tentu saja dananya juga perlu dipisahkan. Artinya, jangan sampai semua uang tabungan malah dipakai untuk berinvestasi.

Mengapa? Karena uang tabungan idealnya harus bisa diakses atau ditarik kapan saja Anda membutuhkannya. Sementara itu, dana investasi baru bisa Anda dapatkan kembali setelah jangka waktu tertentu, misalnya 3 bulan, 6 bulan, 1 tahun, atau lebih.

Di samping itu, tabungan digunakan dengan tujuan untuk dikeluarkan atau dibelanjakan. Misalnya untuk liburan keluarga, membeli mesin cuci baru, dan sebagainya. Sedangkan investasi dilakukan untuk meningkatkan nilai aset Anda.

8. Dapatkan asuransi

Seperti yang sudah Anda ketahui dengan baik, ada begitu banyak hal-hal tak terduga di dunia ini. Misalnya sakit, kecelakaan, dan kematian, yang tentunya akan sangat mempengaruhi perencanaan keuangan jangka panjang. Oleh karena itu, asuransi jadi salah satu aspek penting yang perlu Anda perhatikan.

Meskipun ada banyak pilihan produk asuransi, asuransi jiwa dan kesehatan sebenarnya sudah cukup, apalagi jika Anda adalah tulang punggung keluarga. Dengan begitu, keluarga Anda akan mendapatkan manfaat apabila Anda mengalami sakit yang membuat Anda tidak bisa bekerja, atau bahkan meninggal.

9. Pantau dan audit keuangan Anda secara berkala

Tips lain yang juga tidak boleh Anda lewatkan adalah memantau dan melakukan audit keuangan secara berkala. Misalnya setiap 3 bulan sekali, atau setiap 6 bulan sekali. Tujuannya adalah untuk me-review pemasukan dan pengeluaran, serta mengetahui kondisi keuangan Anda yang sesungguhnya.

Lewat cara ini, Anda juga bisa sekaligus mengidentifikasi berbagai info penting, seperti apa behavior Anda dengan uang, seberapa boros Anda, apa yang membuat Anda boros, pengeluaran yang sebenarnya bisa Anda hemat, dan sebagainya yang berkaitan dengan kesehatan keuangan.

Itu dia 9 tips perencanaan keuangan jangka panjang yang bisa Anda terapkan mulai dari sekarang. Jadi, tunggu apa lagi? Selamat mencoba, ya!

Artikel Lainnya

Mengenal Hukum Waris yang Berlaku di Indonesia

7 Tempat Pemakaman Termahal Di Indonesia, Elit dan Bertaraf Internasional

Segala kebutuhan mereka
di saat kita telah tiada

Proses pemakaman merupakan sebuah beban yang kadang tidak terpikirkan. Dapatkan kemudahan bersama kami.
Proteksi Pemakaman Jasa Pemakaman