Mitos tentang tanah kuburan di Indonesia memang selalu mengandung misteri yang cukup beragam. Hal tersebut tidak terlepas dari budaya serta tata cara penguburan jenazah di Indonesia yang identik dengan ritual yang sakral. Bahkan, ada beberapa mitos mungkin bisa membuat bulu kuduk Anda merinding.

Budaya Indonesia yang sangat kental dan penuh keunikan, membuat proses penguburan jenazah sangat identik dengan hal yang berbau mistis. Selain itu, kepercayaan ini terus berlangsung secara turun menurun. Lantas, apa saja mitos tersebut? Mari simak dalam artikel ini selengkapnya!

7 Mitos Tanah Kuburan di Indonesia

Berikut beberapa mitos tentang tanah pemakaman yang sangat identik dengan hal-hal mistis di Indonesia. Simak penjelasan lengkapnya:

1. Mengambil Tanah Makam

Banyak sekali mitos jika seseorang mengambil bunga Kamboja maupun tanah dari area kuburan, maka akan diselimuti oleh perasaan was was. Perasaan was was ini biasanya berbentuk rasa takut dan halusinasi yang seolah olah orang yang mengambil tanah tersebut sedang diikuti oleh makhluk halus.

Mitos ini terbentuk atas dasar bahwa, area pemakaman merupakan lokasi berkumpulnya roh-roh jahat dan makhluk tak kasat mata. Atas dasar ini, banyak kepercayaan di Indonesia yang menyebut bahwa mengambil tanah dan bunga pemakaman akan berdampak sial bagi seseorang.

2. Tanah Makam Sebagai Media Santet, Pelet, dan Pesugihan

Ilmu supranatural di Indonesia sangat identik dengan hal-hal yang berbau mistis. Bahkan, banyak sekali oknum dukun tradisional di Indonesia yang menggunakan tanah pemakaman sebagai media untuk melakukan ritual tertentu.

Selain itu, tanah pemakaman juga seringkali dijadikan sebagai media untuk keperluan pesugihan dan juga pelet pemikat lawan jenis. Caranya, yakni dengan menaburkan tanah kuburan tersebut ke area rumah atau usaha yang menjadi target sasaran dari niat jahat dukun atau pelaku santet. Menyeramkan, bukan?

3. Larangan Menunjuk Kuburan

Salah satu mitos unik yang mungkin sudah sering Anda dengar tentang tanah pemakaman yakni larangan menunjuk ke arah kuburan. Mitosnya, jika seseorang menunjuk ke arah kuburan dengan jari, maka sepulang dari area pemakaman tersebut, orang yang menunjuk kuburan akan terkena penyakit tertentu.

Mitos ini sudah berlangsung sejak zaman dulu. Bahkan, para orang tua sering mengucapkan larangan ini kepada anak kecil. Terlepas dari mitos tersebut, larangan menunjuk kuburan sebenarnya adalah cara orang tua zaman dulu untuk mengajarkan kepada anak mereka.

Pelajaran tersebut adalah bahwa menunjuk kuburan harus menggunakan kelima jari, agar terlihat sopan terutama kepada orang yang lebih dewasa dari sang anak. Ini tidak terlepas dari pemikiran orang tua zaman dulu yang menanamkan budaya sopan santun kepada anak, bahkan dalam hal-hal kecil.

4. Segera Mandi Sepulang dari Pemakaman

Mitos tentang tanah kuburan keempat, yakni anjuran untuk segera mandi setelah pulang dari kuburan. Banyak mitos dari orang tua dulu yang mengatakan bahwa area pemakaman dipenuhi dengan hal negatif dan juga makhluk halus.

Oleh karena itu, orang tua zaman dulu akan menyuruh anak atau anggota keluarganya agar segera mandi setelah pulang dari tempat pemakaman. Bahkan, banyak mitos yang menyatakan jika seseorang tidak langsung mandi setelah pergi ke pemakaman, orang tersebut akan terkena sial.

Terlepas dari hal ini benar atau tidak, yang jelas kebiasaan mandi setelah beraktivitas di luar ruangan adalah hal yang bermanfaat. Selain itu, bakteri jahat mungkin saja terdapat di area pemakaman. Sehingga anjuran untuk segera mandi setelah pulang dari pemakaman ini merupakan anjuran yang baik untuk kesehatan.

5. Menjaga Kuburan Perawan yang Baru Meninggal

Mitos selanjutnya tentang tanah kuburan yakni, menjaga makam wanita perawan yang baru meninggal. Banyak mitos di Indonesia yang menyatakan bahwa tanah makam dan juga kain kafan jenazah wanita yang masih perawan sangat efektif untuk media pelet dan juga pesugihan.

Bahkan, banyak sekali oknum jahat yang rela membongkar makam jenazah wanita yang masih perawan untuk keperluan mempelajari ilmu hitam.

Oleh karena itu, ada sebuah tradisi dimana pihak keluarga akan menjaga makam jenazah yang masih perawan. Ini bertujuan agar tidak terjadi percobaan pencurian tanah makam ataupun penggalian makam untuk keperluan ilmu hitam.

6. Tanaman di Area Makam akan Meringankan Siksa Kubur

Dalam proses pengurusan jenazah, banyak sekali aspek-aspek yang mesti diperhatikan. Mulai dari pemilihan area pemakaman, harga peti mati, dan juga pemeliharaan makam agar makam sejuk dan dipenuhi tanaman.

Ternyata tujuan pemeliharaan makam dengan penanaman tumbuhan di sekitarnya memiliki kaitan erat dengan mitos tentang siksa kubur bagi si jenazah tersebut.

Banyak mitos yang menyatakan bahwa, jika makam seseorang terdapat tanaman di sekitarnya. Maka ini akan mengurangi siksa kubur dari orang yang bersangkutan. Mitos ini terjadi karena tanaman yang identik dengan nuansa sejuk, sehingga jenazah akan menjadi ikut damai di alam kuburnya.

Namun, terlepas dari mitos tentang tanaman di tanah kuburan tersebut, menanam pohon di area pemakaman tentu saja merupakan hal yang bermanfaat. Jika terdapat banyak pohon, tentu saja area pemakaman jadi tidak berpotensi terkena banjir.

Selain itu, tanaman ini juga bermanfaat bagi kesuburan tanah. Jadi, area pemakaman tersebut lebih lembab dan mudah untuk proses penggalian makam lainnya.

7. Melepas Tali Kafan

Apakah Anda pernah mendengar tentang mitos bahwa jika pada proses pemakaman tali kafan jenazah belum dilepas, maka arwah jenazah tersebut akan gentayangan. Mitos ini tentu bukan hal yang awam lagi di Indonesia. Bahkan, mitos ini juga sering kali menjadi bahan alur cerita untuk keperluan film bergenre horror.

Padahal, faktanya lupa melepas tali kafan tidak akan berdampak sama sekali terhadap arwah jenazah. Namun, melepas tali kafan merupakan bagian dari proses pemakaman umat islam. Selain itu, hal ini juga merupakan bagian dari syariat islam dari proses tata cara pemakaman.

Jadi, tidak akan ada arwah gentayangan jika tali kafan belum terlepas di dalam kuburnya. Meskipun ada sosok makhluk halus yang muncul, itu semata-mata adalah jin yang menyerupai jenazah tersebut. Bukan arwah dari jenazah yang tali pocongnya belum terlepas.

Mitos Kuburan apa yang Populer di Daerah Anda?

Itulah penjelasan tentang mitos tanah kuburan di Indonesia. Terlepas dari mitos tersebut, pada dasarnya jenazah yang telah meninggal tidak akan ada sangkut pautnya lagi dengan dunia. Tugas Anda yang masih hidup adalah mendoakan jenazah dan mengambil hidayah dari proses pemakaman jenazah tersebut.

Dan satu hal yang tidak kalah penting adalah untuk mempersiapkan kematian dan pemakaman lebih dini, agar jika saatnya tiba  proses pemakaman Anda tidak menjadi beban bagi keluarga yang tercinta yang ditinggalkan. Solusi dari hal tersebut adalah dengan memiliki proteksi pemakaman dari Kamboja. Mulai dengan biaya Rp. 35.000 per bulan, Anda dapat melindungi keluarga dari beban finansial dan kesibukan dalam mengurus pemakaman Anda hingga Rp. 25 juta. Tentunya hal ini akan meringankan mereka dari beban emosional dan fisik disaat berduka menyelimuti karena kehilangan Anda.

Disclaimer: Kamboja tidak dapat menjamin kebenaran atau keakuratan data, tips maupun informasi yang tercantum di dalam artikel diatas. Mohon hubungi pihak terkait atau pun instansi yang berwenang jika anda memerlukan bantuan medis maupun administratif.

Artikel Lainnya

Berapa Biaya Pengurusan Kematian Dengan Jasa Kamboja?

permalink

Berapakah Paket Kedukaan Grand Heaven?

permalink

Segala kebutuhan mereka
di saat kita telah tiada

Proses pemakaman merupakan sebuah beban yang kadang tidak terpikirkan. Dapatkan kemudahan bersama kami.
Proteksi Pemakaman Jasa Pemakaman
Rated Excellent 5.0/5.0