Melayat orang yang sudah meninggal dunia dalam agama Islam merupakan hal yang tidak boleh dilakukan tanpa sopan santun. Baik jenazah itu dikuburkan di pemakaman pinggir kampung atau pemakaman di Jakarta sekalipun, tetap ada tata cara melayat yang wajib Anda perhatikan.

Tetapi, sebelum mempelajari tata cara melayat yang benar, terlebih dahulu kita akan membahas hukum melayat menurut syariat Islam.

Hukum Melayat Orang yang Sudah Meninggal Dunia

Melayat atau ta’ziah adalah mengunjungi anggota keluarga, teman, dan kerabat yang mengalami kedukaan.

Rasulullah S.A.W. telah menyampaikan banyak hadits yang menyebut jika ta’ziyah merupakan bentuk ibadah terhadap sesama manusia.

Contohnya hadits dengan periwayat Ibnu Majah, barang siapa yang berbelasungkawa kepada orang yang terkena musibah akan mendapat pahala besar di sisi Allah.

Selain mendapat pahala dari Allah SWT, ta’ziyah berfungsi sebagai bentuk kepedulian sosial kepada warga sekitar. Orang-orang yang melayat ketika ada tetangga atau kerabat yang meninggal dunia akan mampu meringankan kedukaan yang sedang dialami.

8 Tata Cara Melayat Orang Meninggal

Perlu Anda ingat bahwa melayat itu bukan acara hura-hura atau bersenggama, tetapi waktu introspeksi untuk lebih mengingat kedukaan.

Ada sejumlah anjuran dan pantangan pada saat Anda mendatangi kediaman orang yang sedang berduka, yaitu seperti di bawah ini:

1. Ucapkan Salam saat Datang ke Lokasi Ta’ziyah

Tata cara melayat pertama yang harus Anda lakukan saat datang ke lokasi ta’ziyah, yaitu mengucapkan salam. Maksud dari salam ini ialah menunjukkan sopan santun kepada orang yang terkena musibah, serta bentuk rasa peduli kepada sesama manusia.

Alangkah baiknya jika Anda memberitahu dulu bahwa Anda hendak datang untuk ta’ziyah. Boleh menggunakan surat tertulis, email, atau media sosial. Anda sebaiknya menyatakan niat Anda supaya kerabat orang meninggal itu bisa mempersiapkan kedatangan pelayat.

2. Ucapkan Belasungkawa kepada Pihak yang Berkabung

Menyatakan kesedihan Anda serta rasa belasungkawa secara langsung jauh lebih baik daripada sekadar diam dengan ekspresi muram.

Ucapan belasungkawa itu wajib tulus dan sungguh-sungguh, sebab hal tersebut menunjukkan tanda kemanusiaan terhadap anggota keluarga yang masih hidup.

Banyak orang yang memilih untuk mengirimkan karangan bunga bersama ucapan belasungkawa dalam bentuk tulisan. Bagi mereka yang memang tak sempat datang, hal ini tak masalah. Namun, bagi orang yang menolak melayat dengan sengaja, hal tersebut bisa menjadi bentuk ketidakpedulian.

3. Baca Doa Istighfar dan Surah-Surah Pendek

Tata cara melayat selanjutnya yaitu, berkumpul di rumah kerabat tersebut untuk membacakan sejumlah do’a. Tujuannya adalah untuk memintakan ampun dari Allah SWT untuk orang meninggal tersebut. Anda dapat membaca bacaan istighfar selain doa-doa demi menguatkan batin kerabat yang ditinggalkan.

Ada beberapa bacaan Al-Qur’an yang bisa Anda bacakan selama proses melayat berlangsung. Misalnya, Surah Al-Fatihah, Surah Al-Ikhlas, dan juga Surah An-Naas, tergantung anjuran pemuka agama setempat. Meskipun demikian, Surah Yasin menjadi surat utama untuk mendoakan jenazah.

4. Segera Sholatkan Jenazah Jika Belum Dilakukan

Berikutnya, ada tata cara yang patut Anda ingat, yaitu memandikan jenazah dan melakukan sholat jenazah sebelum dikuburkan. Adab ta’ziyah ini dapat Anda lewati jika anggota keluarga orang meninggal itu sudah memakamkan jenazahnya.

Bagi para pelayat yang sudah memandikan dan mengerjakan sholat jenazah, mereka bisa segera menguburkannya. Baru setelah itu, para pelayat, pemuka agama, dan anggota keluarga boleh membaca doa-doa demi memintakan ampunan dari Allah SWT.

5. Jangan Membuat Keributan

Jika sekumpulan warga berkumpul pada suatu acara, mereka pastinya selalu ingin bercerita atau bergosip. Perbuatan seperti itu dilarang ketika sedang melayat orang meninggal. Ingat, melayat adalah waktunya mendoakan orang meninggal serta melakukan introspeksi diri.

Selain itu, Anda pun tidak boleh menimbulkan keributan di antara para pelayat. Keributan itu bisa berupa menangis keras-keras, berebut harta warisan, maupun mengumbar aib si orang meninggal. Semua itu harus Anda tahan sampai setelah aktivitas ta’ziyah selesai.

6. Kuburkan Jenazah di Makam yang Rapi dan Bersih

Adapun tata cara melayat selanjutnya yaitu menguburkan jenazah di lahan pemakaman yang rapi dan bersih dari sampah. Menurut periwayat hadits Muslim, Rasulullah S.A.W. pernah bersabda bahwa pelayat dilarang keras berjalan atau duduk di atas sebuah makam.

Islam melarang umatnya membuat makam yang berwujud seperti bangunan, jadi penanda sebuah makam sebaiknya dari kayu saja.

Gundukan tanah di atas makam pun lebih baik memakai pembatas kayu yang pendek saja ketimbang batu nisan agar tanahnya tidak berserakan.

7. Tutupi Aib Orang yang Telah Meninggal

Terkadang ada seseorang yang merasa atau mengklaim jika si orang meninggal itu punya sebuah dosa atau aib. Ketahuilah, mengumbar-umbar kesalahan orang meninggal menurut Islam adalah perilaku buruk. Sebab, hanya Allah yang tahu apakan aib tersebut benar atau tidak.

Belum lagi membuka-buka aib orang meninggal hanya akan membawa fitnah, baik kepada kerabatnya serta ke si pengumbar. Oleh sebab itu, akan lebih baik jika Anda menahan perkataan Anda dan menutupi aib orang tersebut supaya tidak menebar fitnah.

8. Beri Bantuan kepada Kerabat yang Ditinggalkan

Setelah orang meninggal tersebut masuk ke liang lahat. Tata cara melayat terakhir adalah memberi bantuan, baik moral maupun materi, kepada anggota keluarga yang masih ada. Bantuan tersebut tidak usah terlalu banyak, yang penting keluarga tidak merasa terabaikan.

Dalam beberapa kasus, orang yang meninggal tersebut merupakan satu-satunya pencari nafkah dalam keluarganya. Oleh sebab itu, bantuan yang Anda berikan sebaiknya berupa uang santunan. Harapannya anggota keluarga yang masih hidup tersebut tidak menganggur dan jatuh miskin.

Sudah Mengerti Tentang Tata Cara Melayat yang Benar?

Demikianlah artikel ini membahas 7 tata cara melayat beserta hukum agama Islam dalam ta’ziyah. Apakah Anda tinggal di Kota Jakarta dan butuh bantuan dalam menguburkan orang meninggal? Kamboja siap mengurus pemakaman area Jabodetabek untuk Anda.

Artikel Lainnya

Waruga: Tradisi Pemakaman Unik dari Suku Minahasa

permalink

Tujuan Memberikan Karangan Bunga Duka Cita, Ada Makna Spiritualnya!

permalink

Segala kebutuhan mereka
di saat kita telah tiada

Proses pemakaman merupakan sebuah beban yang kadang tidak terpikirkan. Dapatkan kemudahan bersama kami.
Proteksi Pemakaman Jasa Pemakaman