Perlu Anda ketahui bahwa dalam Islam terdapat pedoman atau ketentuan dalam membuat kuburan. Tentunya ketentuan-ketentuan dalam membuat kuburan tersebut bertujuan untuk mempermudah keluarga jenazah dan lingkungan sekitar makam. Lalu seperti apa bentuk kuburan menurut syariat Islam? Berikut penjelasannya.

Seperti Apa Bentuk Kuburan Menurut Syariat Islam?

Dalam syariat Islam, terdapat ketentuan ketika ingin membuat kuburan. Adapun ketentuannya yaitu:

1. Liang Lahat Memiliki Ukuran Kedalaman Tertentu

Ketentuan yang pertama adalah liang lahat harus memiliki ukuran kedalaman tertentu. Ketika menggali liang lahat tidak bisa asal-asalan dan seadanya. Nantinya orang-orang yang menggali kuburan harus mengetahui ukuran dan memperhitungkan kedalamannya agar cukup untuk tubuh jenazah.

Perlu Anda ketahui ketentuan tersebut sudah tercantum dalam hadits riwayat An-Nasa'i dan At Tirmidzi yang dikemukakan oleh Hisyam bin Amr ra.

Dalam hadits tersebut pada intinya menjelaskan ketika perang uhud, para sahabat Rasulullah mengeluhkan liang lahat yang dibuat tidak cukup untuk setiap orang. Kemudian Rasulullah mengatakan untuk menggalinya hingga dalam dan memperbagusnya lalu menguburkannya untuk dua atau tiga jenazah.

Selain itu, dalam buku Syarah Fathal Qarib Diskursus Ubudiyah juga tertulis ukuran liang kubur. Untuk ukurannya sendiri yaitu sama dengan tinggi orang dewasa yang melambaikan tangan atau 3,5-4,5 dzira atau 1,62-2,1 m (1 dzira = 46,2 cm).

2. Terdapat Batu Nisan di Atas Kuburan

Selanjutnya bentuk kuburan menurut syariat Islam yaitu terdapat batu nisan di atasnya. Setiap kuburan yang telah dibuat nantinya boleh untuk memberikan batu nisan. Tentunya batu nisan tersebut berguna sebagai penanda dan para peziarah mudah menemukannya.

Oleh Anas bin Malik ra dalam hadits riwayah Ibnu Majah juga menjelaskan mengenai pemberian nisan. Dalam hadits tersebut mengatakan bahwa Rasulullah SAW dulu pernah memasang penanda kuburan dengan kayu atau batu. Untuk kuburan tersebut yang Rasulullah beri tanda merupakan kuburan Utsman bin Mazh'un.

Kemudian perlu Anda pahami juga terkait pemberian tulisan pada batu nisan menurut Islam. Dalam ketentuan tersebut, setiap ulama memiliki pendapatnya masing-masing, yaitu:

a. Mazhab Hanafi

Untuk ketentuan yang pertama menurut ulama Mazhab Hanafi bahwa menulis pada nisan merupakan makruh tahrim. Arti dari makruh tahrim ini ada sesuatu yang tidak boleh oleh syariat secara mutlak. Namun akan menjadi tidak makruh jika memang menjadi tanda agar tidak hilang jejak kuburan tersebut.

b. Mazhab Syafi'i

Berikutnya penulisan pada nisan menurut ulama Mazhab Syafi'i hukumnya adalah makruh. Penulisan yang makruh tersebut terbilang menyeluruh, dari ayat Al-Quran hingga lainnya. Namun ketika makam tersebut untuk orang alim, maka hukumnya sunnah menuliskan sesuatu pada nisannya sebagai pembeda seperti nama.

c. Mazhab Hambali

Selanjutnya dalam penulisan nisan seperti nama, tanggal lahir, dan wafatnya menurut ulama Mazhab Hambali hukumnya adalah makruh. Pernyataan makruh dari ulama mengenai penulisan nisan ini berlaku untuk jenazah orang alim atau tidak.

d. Mazhab Maliki

Terakhir yaitu penulisan pada nisan menurut ulama Mazhab Maliki hukumnya haram, jika tulisan tersebut berupa ayat Al-Quran. Namun beda lagi ketika menuliskan nama, tanggal lahir, dan wafatnya, maka hukum menjadi makruh.

3. Tidak Ada Bangunan di Atas Kuburan

Berikutnya bentuk kuburan menurut syariat Islam adalah tidak adanya bangunan tambahan di atasnya. Dalam hadits yang berpedoman pada Rasulullah SAW bahwa menambah keramik atau semen di atas kuburan hukumnya makruh. Selain itu, beberapa ulama mengatakan bahwa memberi keramik di kuburan hukumnya haram.

Tentunya tidak bolehnya menambahkan keramik atau semen tersebut karena akan menyulitkan anggota keluarga lainnya ketika menguburkan jenazah keluarga di satu makam. Kemudian hal tersebut juga terdapat penjelasannya dalam hadits riwayat Ahmad dan At Tirmidzi oleh Jabir bin Abdillah ra.

Dalam hadits itu pada intinya menyatakan bahwa Nabi Muhammad SAW melarang mengapur, menulis kuburan, mendirikan bangunan di atasnya, dan menginjaknya. Kemudian dalam Ringkasan Fiqih Mazhab Syafi'i oleh Dr. Musthafa Dib Al-Bugha, menurutnya mengapur ini memberikan semen, menembok, dan sebagainya.

4. Meninggikan Kuburan Sewajarnya

Untuk bentuk kuburan menurut syariat Islam lainnya dengan meninggikan makam sewajarnya. Maksud dari meninggikan tersebut adalah menaikkan kuburan dari permukaan tanah dengan jarak satu jengkal saja. Tujuan dari meninggikan kuburan ini agar dapat terlihat dan peziarah bisa menghormatinya.

Lalu Apa Saja Larangan pada Kuburan?

Selain itu perlu memahami juga mengenai larangan atau hal yang tidak boleh dilakukan pada kuburan dan ketika berada di kuburan. Untuk larangannya, antara lain:

1. Tidak Menutup Kuburan

Larangan yang pertama adalah tidak menutup kuburan atau menghiasinya dengan bebatuan. Tindakan tersebut merupakan suatu hal yang sia-sia dan menyia-nyiakan harta itu tidak adanya manfaat. Selain itu, tindakan ini juga bisa menyesatkan umat manusia.

2. Tidak Boleh Membangun Masjid di Atas Kuburan

Selanjutnya yaitu larangan untuk membangun masjid di atas kuburan. Adapun beberapa hadits yang mengatakan larangan tersebut seperti hadits riwayat Al-Bukhari & Muslim oleh Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu.

Dalam hadits tersebut pada intinya Nabi Muhammad SAW mengatakan bahwa Allah melaknat orang-orang Yahudi yang menjadikan kuburannya sebagai masjid.

3. Shalat di Daerah Kuburan

Berikutnya adalah tidak boleh menunaikan shalat di area kuburan. Tentunya hal tersebut sangat keliru dan tidak ada dalam ajaran Islam. Meskipun bukan di area kuburan, shalat di masjid yang letaknya di atas kuburan juga tidaklah benar.

Siapa saja yang shalat di masjid atas kuburan, maka orang-orang yang seperti itu tidak termasuk lagi dalam jama'ah kaum muslimin.

4. Tidak Boleh Nadzar di Masyahid

Para ulama telah sepakat bahwa tidak ada syariat Islam untuk nadzar di masjid yang ada di atas kuburan (masyahid). Nadzar tersebut bisa seperti lilin, zaitun, dirham, dan lainnya.

Hal tersebut pun sudah ada larangan dari Nabi Muhammad SAW mengenai pembangunan masjid di atas kuburan dan penerangan. Ketika seseorang melakukan hal tersebut, maka telah melakukan nadzar maksiat.

5. Tidak Boleh Menduduki Kuburan

Terakhir adalah larangan untuk duduk, berjalan, dan bersandar di atas kuburan. Dalam hadits riwayat Ahmad oleh Amr bin Hazm menjelaskan pada intinya ketika Rasulullah melihatnya bersandar di atas kuburan, beliau mengatakan untuk tidak menyakiti pemilik kuburan tersebut.

Sudah Tahu Bentuk Kuburan Menurut Syariat Islam?

Itulah beberapa penjelasan mengenai bentuk kuburan berdasarkan syariat Islam. Lalu tidak hanya itu, ada juga hal-hal yang perlu Anda ketahui mengenai larangan ketika berada di kuburan.

Nah, ketika keluarga Anda ada yang meninggal, bisa menggunakan jasa on demand service Kamboja. Nantinya Anda bisa memilih layanan dan biaya pemakaman Islam maupun yang non Islam. Kemudian Anda juga bisa konsultasi mengenai lahan pemakaman dan memilih kijing makam sesuai keinginan dengan Kamboja.

Kamboja senantiasa disisi anda memberikan jasa asuransi pemakaman bagi keluarga tercinta saat hari itu tiba.

Disclaimer: Kamboja tidak dapat menjamin kebenaran atau keakuratan data, tips maupun informasi yang tercantum di dalam artikel diatas. Mohon hubungi pihak terkait atau pun instansi yang berwenang jika anda memerlukan bantuan medis maupun administratif.

Artikel Lainnya

Jasa Pengurusan Kedukaan Lengkap untuk Membantu Keluarga Saat Kehilangan

permalink

Meninggal Hari Kamis, Pertanda Baik atau Bukan? Ini Penjelasan dalam Islam

permalink

Segala kebutuhan mereka
di saat kita telah tiada

Proses pemakaman merupakan sebuah beban yang kadang tidak terpikirkan. Dapatkan kemudahan bersama kami.
Proteksi Pemakaman Jasa Pemakaman
Rated Excellent 5.0/5.0
news-1701

yakinjp

MAUJP

MAUJP

MAUJP

SATGASJITU

SLOT GACOR

SALAMJITU

SATGASJITU

SEMOGAJITU

SALAMJITU

Slot Gacor

MAUJP

Slot Gacor

SLOT GACOR

artikel 000000121

artikel 000000122

artikel 000000123

artikel 000000124

artikel 000000125

artikel 000000126

artikel 000000127

artikel 000000128

artikel 000000129

artikel 000000130

artikel 000000131

artikel 000000132

artikel 000000133

artikel 000000134

artikel 000000135

artikel 000000136

artikel 000000137

artikel 000000138

artikel 000000139

artikel 000000140

artikel 000000141

artikel 000000142

artikel 000000143

artikel 000000144

artikel 000000145

artikel 000000146

artikel 000000147

artikel 000000148

artikel 000000149

artikel 000000150

artikel 000000151

artikel 000000152

artikel 000000153

artikel 000000154

artikel 000000155

artikel 000000156

artikel 000000157

artikel 000000158

artikel 000000159

artikel 000000160

artikel 000000161

artikel 000000162

artikel 000000163

artikel 000000164

artikel 000000165

artikel 000000166

artikel 000000167

artikel 000000168

artikel 000000169

artikel 000000170

artikel 000000171

artikel 000000172

artikel 000000173

artikel 000000174

artikel 000000175

informasi terbaru kabupaten belu 00000056

informasi terbaru kabupaten belu 00000057

informasi terbaru kabupaten belu 00000058

informasi terbaru kabupaten belu 00000059

informasi terbaru kabupaten belu 00000060

informasi terbaru kabupaten belu 00000061

informasi terbaru kabupaten belu 00000062

informasi terbaru kabupaten belu 00000063

informasi terbaru kabupaten belu 00000064

informasi terbaru kabupaten belu 00000065

informasi terbaru kabupaten belu 00000066

informasi terbaru kabupaten belu 00000067

informasi terbaru kabupaten belu 00000068

informasi terbaru kabupaten belu 00000069

informasi terbaru kabupaten belu 00000070

informasi terbaru kabupaten belu 00000071

informasi terbaru kabupaten belu 00000072

informasi terbaru kabupaten belu 00000073

informasi terbaru kabupaten belu 00000074

informasi terbaru kabupaten belu 00000075

informasi terbaru kabupaten belu 00000076

informasi terbaru kabupaten belu 00000077

informasi terbaru kabupaten belu 00000078

informasi terbaru kabupaten belu 00000079

informasi terbaru kabupaten belu 00000080

informasi terbaru kabupaten belu 00000081

informasi terbaru kabupaten belu 00000082

informasi terbaru kabupaten belu 00000083

informasi terbaru kabupaten belu 00000084

informasi terbaru kabupaten belu 00000085

informasi terbaru kabupaten belu 00000086

informasi terbaru kabupaten belu 00000087

informasi terbaru kabupaten belu 00000088

informasi terbaru kabupaten belu 00000089

informasi terbaru kabupaten belu 00000090

informasi terbaru kabupaten belu 00000091

informasi terbaru kabupaten belu 00000092

informasi terbaru kabupaten belu 00000093

informasi terbaru kabupaten belu 00000094

informasi terbaru kabupaten belu 00000095

informasi terbaru kabupaten belu 00000096

informasi terbaru kabupaten belu 00000097

informasi terbaru kabupaten belu 00000098

informasi terbaru kabupaten belu 00000099

informasi terbaru kabupaten belu 00000100

informasi terbaru kabupaten belu 00000101

informasi terbaru kabupaten belu 00000102

informasi terbaru kabupaten belu 00000103

informasi terbaru kabupaten belu 00000104

informasi terbaru kabupaten belu 00000105

informasi terbaru kabupaten belu 00000106

informasi terbaru kabupaten belu 00000107

informasi terbaru kabupaten belu 00000108

informasi terbaru kabupaten belu 00000109

informasi terbaru kabupaten belu 00000110

informasi terbaru kabupaten belu 00000111

informasi terbaru kabupaten belu 00000112

informasi terbaru kabupaten belu 00000113

informasi terbaru kabupaten belu 00000114

informasi terbaru kabupaten belu 00000115

informasi terbaru kabupaten belu 00000116

informasi terbaru kabupaten belu 00000117

informasi terbaru kabupaten belu 00000118

informasi terbaru kabupaten belu 00000119

informasi terbaru kabupaten belu 00000120

informasi terbaru kabupaten belu 00000121

informasi terbaru kabupaten belu 00000122

informasi terbaru kabupaten belu 00000123

informasi terbaru kabupaten belu 00000124

informasi terbaru kabupaten belu 00000125

informasi terbaru kabupaten belu 00000126

informasi terbaru kabupaten belu 00000127

informasi terbaru kabupaten belu 00000128

informasi terbaru kabupaten belu 00000129

informasi terbaru kabupaten belu 00000130

news-1701