Shalat ghaib adalah shalat untuk jenazah yang berada di tempat jauh atau tidak ada kehadiran fisik jenazah secara langsung di tempat mensholati jenazah.

Cara shalat ghaib juga tidak jauh berbeda dengan sholat jenazah pada umumnya, hanya berbeda pada bacaan niatnya saja.

Mengenal Makna Sholat Ghaib

Shalat ghaib adalah solusi melaksanakan sholat jenazah bagi pihak keluarga, saudara, atau orang tertentu yang tidak dapat menghadiri shalat jenazah di tempatnya langsung, karena jenazah berada di tempat yang jauh.

Hukum pelaksanaan sholat ghaib juga sama dengan shalat jenazah, yaitu fardu kifayah, yang artinya ketika sudah diketahui ada satu muslim saja yang telah melakukan shalat ghaib, maka gugur kewajiban bagi muslim lainnya untuk melakukan sholat jenazah.

Dalil tentang Mendirikan Sholat Ghaib

Asal mula adanya shalat ghaib adalah saat kematian Raja Najasyi yang bernama Ashamah bin Abjar, sebagai penguasa negeri Habasyah. Raja Najasyi tersebut meninggal dunia pada bulan Rajab 9 Hijriyah.

Pada saat kematian Raja Najasyi tersebut, Nabi saw mengajak para sahabatnya untuk melaksanakan sholat jenazah, padahal pada saat itu jenazah Raja Najasyi tidak ada di hadapan mereka. Kejadian ini sebagaimana yang tertulis dalam hadis riwayat Abu Hurairah r.a. sebagai berikut:

أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم نَعَى النَّجَاشِيَّ فِي الْيَوْمِ الَّذِي مَاتَ فِيهِ، وَخَرَجَ بِهِمْ إِلَى الْمُصَلَّى، فَصَفَّ بِهِمْ وَكَبَّرَ عَلَيْهِ أَرْبَعًا (مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ)

Artinya: “Sesungguhnya, Nabi saw telah memberitakan kabar kematian Raja Najasyi pada hari kematiannya, lalu beliau bersama para sahabatnya keluar menuju tempat sholat, membariskan para sahabatnya dan melakukan takbir sebanyak empat kali (sholat ghaib).” (HR. Bukhari Muslim)

Niat Sholat Ghaib

Niat sebagai salah satu tata cara sholat ghaib tergantung pada jenis kelamin atau jumlah jenazah dan status dalam sholatnya apakah ia sholat sendiri, menjadi imam, atau menjadi makmum.

Rincian mengenai klasifikasi niatnya antara lain:

A. Niat untuk Jenazah Laki-laki

أُصَلِّي عَلَى مَيِّتِ (فُلاَنٍ) اَلْغَائِبِ أَرْبَعَ تَكْبِيْرَاتٍ فَرْضَ اْلكِفَايَةِ إِمَامًا/مَأْمُوْماً لله تَعَالَى

Usholli ‘ala mayyiti (fulanin) al-ghaaibi arba’a takbiiraatin fardhal kifaayati imaaman/ma’muuman lillahi ta’ala

Artinya: “Saya niat mengerjakan shalat untuk jenazah laki-laki (sebutkan namanya) yang ghaib (tidak berada di tempat ini) dengan empat kali takbir, fardu kifayah, sebagai imam/makmum, karena Allah Ta'ala”.

B. Niat untuk Jenazah Perempuan

صَلِّي عَلَى مَيِّتَةِ (فُلاَنَةٍ) الْغَائِبَةٍ أَرْبَعَ تَكْبِيْرَاتٍ فَرْضَ الكِفَايَة إِمَامًا/مَأْمُوْمًا لله تَعَالَى

Usholli ‘ala mayyitati (fulanah) al-ghaaibati arba’a takbiiraatin fardhal kifaayati imaaman/ma’muuman lillahi ta’ala

Artinya: “Saya berniat melaksanakan sholat untuk jenazah perempuan (sebutkan nama jenazah) yang tidak berada di tempat ini, dengan empat kali takbir, dengan hukum fardu kifayah, sebagai imam/makmum, karena Allah Ta'ala”.

C. Niat untuk Jenazah yang Tidak Diketahui Identitasnya

أُصَلِّي عَلىٰ مَنْ صَلَّى عَلَيْهِ الْإِمَامُ أَرْبَعَ تَكْبِيْرَاتٍ فَرْضَ كِفَايَةٍ إِمَامًا/مَأْمُوْمًا للهِ تَعَالىٰ

Usholli ‘ala man sholla ‘alaihil imaamu arba’a takbiiraatin fardha kifaayatin imaaman/ma’muuman lillahi ta’ala

Artinya: “Saya berniat sholat ghaib sebagai imam/makmum atas jenazah yang disholati dengan empat kali takbir, fardu kifayah, karena Allah Ta'ala”.

D. Niat untuk Jenazah dengan Jumlah Banyak

أُصَلِّي عَلَى جَمِيعِ مَوْتَى قَرْيَةِ كَذَا الْغَائِبِينَ الْمُسْلِمِينَ أَرْبَعَ تَكْبِيرَاتٍ فَرْضَ الْكِفَايَةِ إِمَامَا/مَأْمُومًا لِلّٰهِ تَعَالَى

Usholli ‘ala jamii’i mautaa qaryatin kadzal ghaaibiinal muslimiina arba’a takbiiraatin fardhal kifaayati imaaman/ma’muuman lillahi ta’ala

Artinya: “Saya mensholati seluruh umat muslim yang jadi korban di desa (nama desa) yang ghaib (tidak berada di tempat ini) dengan empat kali takbir, fardu kifayah sebagai imam/makmum karena Allah Ta’ala”.

Tata Cara Sholat Ghaib beserta Bacaannya

Cara sholat ghaib hampir sama dengan sholat jenazah biasa, namun ada sedikit perbedaan pada niat karena perbedaan lokasi antara fisik jenazah dengan yang melaksanakan sholat jenazah.

Adapun tata cara sholat ghaib adalah:

1. Berdiri dan Membaca Niat

Cara pertama adalah dengan berdiri bagi yang mampu, kemudian membaca niat untuk melaksanakan sholat.

2. Takbir Pertama

Setelah membaca niat kemudian lanjut dengan melakukan takbir, lalu membaca surah al-Fatihah.

3. Takbir Kedua dan Membaca Shalawat Nabi

Bacaan shalawat Nabi pada takbir kedua adalah:

اللّـٰهُمَّ صَلَّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ.

كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِي الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

Allahumma shalli ‘alaa sayyidinaa Muhammadin wa ‘ala Aali sayyidinaa Muhammad, kamaa shallaita ‘alaa sayyidinaa Ibraahiima wa ‘alaa Aali sayyidinaa Ibraahiim.

Wabaarik ‘alaa sayyidina Muhammadin wa ‘alaa Aali sayyidinaa Muhammad, kama baarakta ‘alaa sayyidinaa Ibraahiima wa ‘alaa Aali Ibraahiim, fil ‘aalamiina innaka hamiidun majiid.

Artinya:

"Ya Allah, berikanlah shalawat kepada Muhammad beserta keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberikan shalawat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha terpuji lagi Maha Mulia”.

“Dan berikanlah berkat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberikan berkat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha terpuji lagi Maha Mulia."

4. Takbir Ketiga dan Berdoa untuk Jenazah

Doa untuk jenazah pada takbir ketiga adalah:

اَللهُمَّ اغْفِرْلَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ وَاَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرْدِ

وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ اْلاَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ وَاَبْدِلْهُ دَارًاخَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَاَهْلاً خَيْرًا مِنْ اَهْلِهِ وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ وَاَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ وَاَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَفِتْنَتِهِ وَمِنْ عَذَابِ النَّارِ

Allahummaghfirlahuu warhamhu wa’aafihii wa’fu anhu wa akrim nuzulahuu wawassi’ madkholahuu wa aghsilhu bil maa i watsalji wal baradi

Wa naqqihii minal khotooyaa kamaa yunaqqits tsaubal abyadhu minad danasi wa abdilhu daaran khoiron min daarihi wa ahlan khoiron min ahlihi wa zaujan khoiron min zaujihi wa adkhilhul jannata wa a’idzhu min ‘adzaabil qabri wa fitnatihi wa min ‘adzaabin naar

Artinya: "Ya Allah ampunilah dia dan kasihanilah dia, sejahterakan dia dan ampunilah dosa dan kesalahannya, hormatilah kedatangannya, dan luaskanlah tempat tinggalnya, bersihkanlah dia dengan air, salju dan embun”.

“Bersihkanlah dia dari segala dosa sebagaimana kain putih yang bersih dari segala kotoran, dan gantilah baginya rumah yang lebih baik dari rumahnya yang dahulu, dan gantilah baginya ahli keluarga yang lebih baik daripada ahli keluarganya yang dahulu, dan peliharalah ia dari siksa kubur dan azab api neraka,"

5. Takbir Keempat dan Membaca Doa untuk Keluarga Jenazah

Doa untuk jenazah laki-laki

اللهُمَّ لَا تَحْرِمْنَا اَجْرَهُ وَلاَ تَفْتِنَّا بَعْدَهُ وَاغْفِرْ لَنَا وَلَهُ

Allahumma laa tahrimnaa ajrahuu wa laa taftinnaa ba’dahuu waghfir lanaa wa lahuu

Artinya: "Ya Allah, janganlah kiranya pahalanya (jenazah laki-laki) tidak sampai kepada kami dan janganlah Engkau memberi kami fitnah sepeninggalannya, dan ampunilah kami dan dia."

Doa untuk jenazah perempuan

اَللّٰهُمَّ لاَ تَحْرِمْنَا أَجْرَهَا وَلاَ تَفْتِنَّا بَعْدَهَا وَاغْفِرْ لَنَا وَلَهَا

Allahumma laa tahrimnaa ajrahaa wa laa taftinnaa ba’dahaa waghfir lanaa wa lahaa

Artinya: "Ya Allah, janganlah kiranya pahalanya (jenazah perempuan) tidak sampai kepada kami dan janganlah Engkau memberikan kami fitnah setelah kepergiannya, dan ampunilah dosa kami dan dosanya”.

6. Salam

Kemudian diakhiri dengan melakukan salam sebagaimana salam dalam sholat pada umumnya.

Siap Melaksanakan Sholat Ghoib?

Setelah Anda mengamalkan tata cara sholat ghaib, Anda dapat melanjutkan doa dengan membaca surah al-Fatihah untuk jenazah. Secara tidak langsung, dengan ikut melaksanakan shalat untuk jenazah juga dapat mengingatkan kita akan kedukaan.

Persiapkan diri Anda dengan senantiasa berbuat baik, karena kita tidak tahu kapan ajal akan menjemput. Anda juga perlu mempersiapkan jasa pemakaman terbaik yang menyediakan pemulasaraan jenazah Islam dan cara penguburan jenazah menurut Islam, sebagai bentuk persiapan menghadapi kedukaan.

Disclaimer: Kamboja tidak dapat menjamin kebenaran atau keakuratan data, tips maupun informasi yang tercantum di dalam artikel diatas. Mohon hubungi pihak terkait atau pun instansi yang berwenang jika anda memerlukan bantuan medis maupun administratif.

Artikel Lainnya

Nafsul Muthmainnah Jakarta, Pengurusan Pemakaman di Jakarta Timur

permalink

Butuh Pengiriman Jenazah ke Sumatera Cek di Sini!

permalink

Segala kebutuhan mereka
di saat kita telah tiada

Proses pemakaman merupakan sebuah beban yang kadang tidak terpikirkan. Dapatkan kemudahan bersama kami.
Proteksi Pemakaman Jasa Pemakaman
Rated Excellent 5.0/5.0