Upacara pemakaman merupakan momen yang penting bagi keluarga orang yang meninggal. Seperti halnya acara-acara lainnya, datang ke upacara pemakaman atau melayat juga ada etikanya. Etika menghadiri pemakaman tersebut dipakai untuk menunjukkan rasa hormat kita pada orang lain.

Selain itu, pengetahuan mengenai etika seperti ini juga dimaksudkan agar tidak terjadi adanya miskomunikasi. Berikut beberapa etika menghadiri acara pemakaman yang perlu Anda terapkan ketika hendak melayat ke rumah teman atau keluarga yang sedang berduka.

Apa Itu Etika?

Berbicara mengenai etika, apakah Anda tahu apa yang disebut dengan etika itu? Mengetahui pengertian etika sangat penting, mengingat hal ini menjadi pedoman bagi Anda ketika hendak berperilaku.

Etika dapat didefinisikan sebagai suatu ilmu yang mengajarkan baik dan buruknya sesuatu, mengenai hak maupun kewajiban moral. Etika ini erat hubungannya dengan akhlak atau perilaku seseorang yang berlaku di masyarakat.

Jadi dapat dipahami bahwa etika ini adalah apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan menurut kepercayaan dan tradisi masyarakat. Oleh sebab itu, antara daerah satu dengan yang lainnya, atau tradisi satu dengan yang lainnya memiliki etika yang berbeda-beda.

Etika ini harus kita pakai dalam kehidupan sehari-hari, dari mulai etika berpakaian, etika berbicara, dan lain sebagainya termasuk etika menghadiri pemakaman. Etika saat menghadiri

pemakaman begitu penting dilakukan dengan alasan:

  • Pemakaman adalah proses yang penuh dengan emosi, perasaan sedih dan kehilangan.
  • Tujuan menghadiri pemakaman adalah untuk menunjukkan rasa kepedulian kita terhadap keluarga dan sanak saudara yang ditinggalkan.
  • Kematian adalah bahan renungan bagi diri kita sendiri.

Dengan mengetahui ketiga poin diatas, maka tidak bisa ditolak lagi bahwa etika perlu digunakan. Etika menghadiri acara pemakaman ini juga ditujukan agar Anda mencapai tujuan dan tidak mengubah suasana yang memang seharusnya begitu.

Seseorang yang beretika akan menjaga perilaku sesuai dengan situasi dan kondisi di mana ia berada. Adanya hal ini juga menjadikan Anda harus paham situasi dan kondisi, salah satunya upacara pemakaman yang suasananya bisa dibilang “gelap”.

Etika Menghadiri Pemakaman yang Perlu Diperhatikan

Ketika mendengar bahwa teman atau saudara kita ada yang meninggal dunia, pasti ada rasa kaget dan tidak percaya sekaligus kehilangan. Begitu juga tentunya dengan keluarga yang ditinggalkan, oleh sebab itu hal pertama yang harus Anda lakukan tentu mengirimkan pesan untuk mereka.

Anda dapat mengirim pesan singkat melalui SMS atau aplikasi chat lain yang biasa digunakan. Ucapkan rasa kehilangan dan katakan bahwa Anda juga turut berduka dengan kepergian mendiang. Dengan begitu, keluarga mendiang akan dapat merasakan empati Anda.

Setelah mengirim pesan, selanjutnya bisa Anda tentukan sendiri, apakah akan mendatangi rumah duka atau tidak.
Jika memang hendak menghadiri pemakamannya, maka ada beberapa etika yang harus diperhatikan. Berikut 4 etika yang harus diperhatikan ketika hendak menghadiri pemakaman.

  1. Tidak Datang Terlambat dan Memakai Pakaian yang Tepat

Jika Anda tinggal di kota yang sama dengan keluarga yang tengah berduka dan memungkinkan untuk datang, jangan sampai kedatangan Anda terlambat. Sempatkanlah untuk mengucapkan belasungkawa secara langsung.

Namun, jika memang tidak memungkinkan untuk datang secara langsung, maka Anda bisa mengirimkan karangan bunga sebagai bentuk ungkapan belasungkawa terhadap keluarga yang ditinggalkan.

Jika datang secara langsung, selain tidak mengganggu keluarga yang berduka, Anda juga harus memakai pakaian yang tepat. Etika ini sangat penting diperhatikan, mengingat tujuan kedatangan Anda adalah untuk menunjukkan rasa empati, bukan untuk pamer atau menjadi pusat perhatian.

Gunakanlah pakaian gelap dan tertutup yang sopan, jangan gunakan pakaian yang berwarna mencolok atau terang seperti kuning, pink, biru muda, dan lain sebagainya. Hal ini karena warna-warna tersebut terkesan ceria, sehingga tidak cocok dipakai dalam suasana berduka.

  1. Mengucapkan Belasungkawa

Setelah sampai di kediaman orang yang sedang berduka, hal pertama yang harus dilakukan tentu adalah mengucapkan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan. Anda bisa melakukannya secara berurutan dimulai dari pasangan mendiang.

Setelah itu Anda bisa mengucapkannya ke anak-anak mendiang yang sudah mengerti, dilanjutkan kepada orang tua atau saudara dekat yang ditinggalkan. Jangan sampai ketika Anda tiba di rumah duka justru langsung mengobrol dengan teman lama yang juga hadir di sana.

Jika memang tidak bisa mengungkapkannya dengan kata-kata, Anda dapat menunjukkan belasungkawa dengan memeluk atau menggenggam erat keluarga yang ditinggalkan. Jika memang mereka sedang sulit berbicara karena terlalu sedih, bawakanlah minum agar mereka lebih tenang.

Pelukan dan genggaman tangan terkadang lebih ampuh dalam menenangkan, karena dengan itu mereka akan merasa lebih dipedulikan. Intinya, ungkapkan belasungkawa Anda dan empati kepada keluarga bahwa Anda juga merasakan kehilangan dan kesusahan yang dihadapi mereka.

  1. Jangan Bermain Ponsel dan Bercanda

Etika menghadiri pemakaman selanjutnya adalah jangan bermain ponsel dan bercanda ria dengan orang yang ada di sana. Tujuan kedatangan Anda ke sana adalah untuk menunjukkan bahwa Anda juga turut merasakan kesedihan keluarga yang ditinggalkan.

Jadi akan sangat tidak sopan jika Anda bercanda dan tertawa ria, karena bukan tempatnya. Tahan wajah Anda untuk tidak tersenyum pada keluarga yang ditinggalkan karena dapat menyinggung mereka. Kematian adalah suatu bahan renungan, jadi tidak seharusnya dijadikan bahan candaan.

Jika membawa ponsel, jangan selalu terpaku dengan ponsel Anda. Nyalakan mode hening agar ketika ada pemberitahuan di ponsel tidak mengganggu orang-orang yang ada di sana. Begitu juga saat Anda ingin mengunggah foto ke media sosial, hal ini sebaiknya dihindari jika Anda bukan keluarganya.

Selain itu, jika memang ingin berfoto dengan teman yang hadir karena sudah lama tidak bertemu, maka sebaiknya dilakukan di area yang jauh dari lokasi rumah duka. Tahanlah keinginan Anda untuk mengunggah momen-momen tersebut karena dapat menyinggung keluarga.

  1. Pikirkan Kembali Saat Ingin Membawa Anak

Untuk Anda yang memiliki anak kecil di rumah, tentu akan bimbang apakah mengajaknya ke rumah duka atau tidak. Jika anak Anda masih kecil dan belum mengerti apa itu kematian, maka sebaiknya tidak usah diajak karena bisa saja rewel dan mengganggu prosesi pemakaman.

Namun, jika anak Anda sudah cukup besar, jelaskan dan beri pengertian kepadanya mengenai makna kematian dan kesedihan. Jangan sampai mereka salah dalam bertingkah dan justru dapat mengganggu suasana.

Sesuaikan juga dengan tradisi atau kebiasaan yang berlaku di lingkungan Anda mengenai anak-anak dan prosesi pemakaman. Hal ini karena di beberapa daerah seperti di Jawa, anak-anak dilarang untuk diajak ke acara pemakaman, kecuali memang karena sangat terpaksa dan darurat.
Jika memang ada orang di rumah yang tidak ikut melayat, maka akan lebih baik untuk menitipkan anak kepada mereka sampai Anda pulang dari acara pemakaman.

Memperhatikan keempat etika menghadiri pemakaman di atas dapat membuat Anda menjadi orang yang dipandang baik dan berpendidikan, jangan sampai Anda tidak menerapkan etika di acara pemakaman, ya!

Artikel Lainnya

Hukum Mengurus Jenazah Muslimah, Syarat, Proses, Hingga Doa yang Perlu Dibaca!

7 Alasan Kenapa Kamu Perlu Memiliki Asuransi Jiwa

Segala kebutuhan mereka
di saat kita telah tiada

Proses pemakaman merupakan sebuah beban yang kadang tidak terpikirkan. Dapatkan kemudahan bersama kami.
Proteksi Pemakaman Jasa Pemakaman