Mati merupakan suatu hal yang pasti. Kematian pasti akan menghampiri siapapun. Ketika ada orang yang meninggal dunia, mereka yang masih hidup memiliki kewajiban untuk memenuhi hak almarhum/ah, mengantar jenazah merupakan salah satunya.

Hal yang demikian, dalam Islam masuk dalam kategori fardhu kifayah atau kewajiban sesama umat muslim. Dimana bila salah seorang sudah melaksanakan tugasnya maka gugurlah kewajiban orang-orang yang ada di sekeliling.

Kematian merupakan hal yang pasti dialami oleh semua makhluk hidup di muka bumi ini, tidak terkecuali manusia. Meninggalnya seseorang telah menjadi ketetapan Allah SWT, Dzat yang menciptakan segala yang telah menjadi ketentuan dan ketetapan. Sebagai yang hidup kita berkewajiban memperlakukan jenazah dengan baik.

Berikut merupakan keutamaan dan adab mengantarkan jenazah sampai ke kuburan dalam Islam.

Keutamaan Mengantar Jenazah

Pada saat ada yang meninggal dunia, salah satu hal yang harus dilakukan sesama muslim adalah mengurusi jenazah. Hal tersebut di antaranya adalah memandikan, memakaikan kafan, menyolatkan, dan menguburkan.

Dalam hal mengantarkan jenazah ke peristirahatan terakhir pun juga harus mengenakan kendaraan khusus, yakni keranda mayat.

Perlu diketahui, hukum mengantar jenazah ke kuburan adalah fardhu kifayah dan mengantarkan jenazah sampai ke peristirahatan terakhir merupakan amalan yang disunahkan dalam Islam. Selain mulia, mengantarkan jenazah juga diyakini diganjar dengan pahala yang besar. Dalam Hadits Riwayat Bukhari, Rasulullah SAW pernah bersabda menjenguk orang yang sakit dan mengantar jenazah sampai ke pemakaman akan mengingatkan seseorang akan hari akhir.

Kendati berpahala, dalam mengantar jenazah sampai ke pemakaman, baik menggunakan keranda mayat atau ambulance ada adab-adab yang harus diperhatikan.

Adab Mengantarkan Jenazah

Selain dianjurkan untuk selalu berdzikir dan memperbanyak bacaan tahlil di sepanjang jalan menuju makam, adab lain yang juga harus menjadi perhatian di antaranya adalah:

1. Dilarang Mengeraskan Suara

Ketika mengantar jenazah ke pemakaman, pengantar dilarang berisik atau mengeraskan suara, baik dalam hal berdzikir atau yang lainnya. Larangan tersebut dikeluarkan adanya sikap menyerupai kaum Nasrani.

Sebagaimana diketahui, kaum Nasrani sering mengeraskan suaranya pada saat menyuarakan dzikir atau doa melalui lagu-lagu dan meratapi kesedihan.

Agar tidak menyerupai mereka, pada saat menyuarakan dzikir umat muslim yang mengantarkan jenazah sanak, saudara atau kerabatnya dianjurkan untuk mengucap dzikir secara lirih. Umat muslim tidak dianjurkan untuk mengangkat suaranya baik dalam hal bacaan ayat-ayat suci ataupun berdzikir.

2. Dianjurkan Berdiri Pada saat Jenazah Diangkat

Adapun adab kedua yang harus diperhatikan oleh seorang muslim pada saat akan mengantarkan jenazah ke pemakaman adalah berdiri pada saat almarhum/ah diangkat.

Usai diangkat, pelayat juga tidak disarankan untuk terburu-buru duduk kembali sebelum jenazah sampai ke area peristirahatan terakhir. Hal tersebut untuk memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum/ah yang meninggalkan dunia.

Bukan sekadar anjuran, bahkan hal ini ada dalilnya. Adapun dalil terkait pelayat yang harus berdiri ketika jenazah sedang diusung terdapat di dalam Hadits Riwayat Bukhari nomor 1313 Muslim, dan Hadis Riwayat Muslim nomor 959. Adapun Hadits yang tertulis “Apabila kalian melihat jenazah maka berdirilah, lalu barangsiapa yang mengantarkannya janganlah duduk sampai jenazah tersebut diletakkan.”

3. Menyepatkan Langkah Menuju Kuburan

Selain kedua hal sebelumnya, saat mengantar jenazah ke makam para pelayat hendaknya mempercepat langkah.

Hal tersebut juga merupakan hal yang menjadi keharusan para pelayat saat mengantarkan jenazah ke kuburan. Adab ini bukan hanya sekadar anjuran tetapi juga merupakan sabda Rasulullah SAW.

Adapun bunyi hadits mengantar jenazah tersebut lebih kurang seperti ini, “Bersegeralah di dalam mengurus jenazah. Jika orang soleh maka kebaikanlah yag kalian persembahkan kepadanya, namun jika Ia tidak seperti itu maka keburukan yang kalian letakkan dari atas pundak pundak kalian.”

Hal Dilakukan Ketika Menguburkan Jenazah

Usai mengetahui adab-adab yang harus dilakukan pada saat mengantarkan jenazah ke makam, selanjutnya adalah mengetahui perihal adab yang harus dilakukan pada saat menguburkan jenazah.

Bukan hanya menghubungi pihak jasa pemakaman, beberapa adab yang wajib menjadi perhatian seorang muslim pada saat memakamkan jenazah di antaranya adalah:

A. Memperdalam Lubang Kubur

Hal yang pertama ini dimaksudkan untuk menghindarkan jenazah dari serangan binatang buas dan bau tidak sedap yang mengganggu pemukiman di sekitar pemakaman. Memperdalam lubang kubur juga disabdakan oleh Rasulullah SAW pada saat menguburkan para syuhada perang uhud. Adapan arti dari sabda tersebut lebih kurang seperti ini:

‘’Galilah lubang kubur, buatlah lebih dalam dan bersikaplah dengan baik terhadap para jenazah. Kuburlah dua atau tiga orang dalam satu lubang.’’

Tak sampai di situ, para sahabat Rasul menimpali hal tersebut dengan pertanyaan “Siapakah yang kita taruh di depan, wahai Rasulullah?’’

Rasul pun menjawab, “Taruhlah di depan orang yang paling banyak Al-Qur’annya.’’ Kemudian Jabir berkata, ‘”Dan ayahku adalah orang yang ketiga dalam satu kubur.’’ ( HR. Bukhari dan lainnya )

Perkara menguburkan 2 atau 3 orang jenazah dalam satulubang yang disabdakan dalam hadits hanya berlaku dalam keadaan darurat saja. Seperti misal dalam kondisi perang di jalan Allah, bencana alam yang membuat banyak korban berjatuhan, dan musibah lainnya.

B. Membuat Liang Lahat

Lain halnya dengan lubang kubur, lahat merupakan lubang yang diperdalam di sisi pinggir dalam kubur. Selain lahat ada juga syaq, yang mana syaq merupakan lubang yang digali/ diperdalam tepat di tengah-tengah kubur.

Pembuatan syaq ini diperbolehkan oleh sebagian ulama, tetapi pembuatan lahat tetap yang lebih dianjurkan.

C. Mendahulukan Bagian Kepala Jenazah

Adapun adab memakamkan jenazah dalam Islam yang ketiga adalah mendahulukan bagian kepalanya jika memungkinkan. Kemudian kepala ini dihadapkan ke arah kiblat dengan memiringkannya di atas lambung kanan dan melepaskan tali kafan.

Pada saat melepas tali kafan, orang yang meletakkan jenazah sembari mengatakan “Bismillah wa’ala millati rasulillah”.

Cara Mengiringi Jenazah

Terdapat penjelasan terkait cara mengiringi jenazah dalam Agama Islam. Dua di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Mengiringi dengan Berjalan di Depan

Dianjurkan pada saat mengiringi jenazah pelayat mengiringi di depan atau mendahului jenazah dengan perkiraan, umpamanya pada saat pelayat menoleh ke arah belakang jenazah yang diiringinya masih kelihatan.

Jadi, walau berada di depan jenazah sebaiknya jarak antara pelayat dan jenazah yang diiringi tidak terlalu jauh. Sebab mengiringi jenazah dengan mendahuluinya lebih utama daripada berada di belakang.

Ini berlaku baik untuk para pengiring yang berjalan kaki maupun yang menggunakan kendaraan.

2. Tidak Menggunakan Kendaraan Kecuali Udzur

Dalam mengantar jenazah ke kuburan diperintahkan untuk tidak menggunakan kendaraan, kecuali pelayat memang udzur. Namun lain halnya jika jarak antara rumah duka dan pemakaman sangat jauh. Jika yang terjadi hal yang demikian, maka anjuran mengiringi jenazah dengan berjalan kaki menjadi gugur.

Demikian ulasan terkait keutamaan dan adab mengantar jenazah hingga ke kuburan dalam ajaran Islam. Dengan membaca ulasan ini Anda sebagai umat muslim sudah seharusnya paham tentang apa-apa saja yang harus dilakukan ketika ada kerabat, atau sanak saudara yang meninggal. Memperlakukan jenazah dengan baik merupakan tabungan baik yang bisa Anda unduh hasilnya di akhir hayat nanti.

Kamboja hadir memberikan asuransi pemakaman untuk menjaga anda di masa depan agar anda maupun keluarga anda tidak merasa terbebani disaat kedukaan itu datang.

Disclaimer: Kamboja tidak dapat menjamin kebenaran atau keakuratan data, tips maupun informasi yang tercantum di dalam artikel diatas. Mohon hubungi pihak terkait atau pun instansi yang berwenang jika anda memerlukan bantuan medis maupun administratif.

Artikel Lainnya

Jasa Pengurusan Kedukaan Lengkap untuk Membantu Keluarga Saat Kehilangan

permalink

Meninggal Hari Kamis, Pertanda Baik atau Bukan? Ini Penjelasan dalam Islam

permalink

Segala kebutuhan mereka
di saat kita telah tiada

Proses pemakaman merupakan sebuah beban yang kadang tidak terpikirkan. Dapatkan kemudahan bersama kami.
Proteksi Pemakaman Jasa Pemakaman
Rated Excellent 5.0/5.0
news-1701

yakinjp

MAUJP

MAUJP

MAUJP

SATGASJITU

SLOT GACOR

SALAMJITU

SATGASJITU

SEMOGAJITU

SALAMJITU

Slot Gacor

MAUJP

Slot Gacor

SLOT GACOR

artikel 000000121

artikel 000000122

artikel 000000123

artikel 000000124

artikel 000000125

artikel 000000126

artikel 000000127

artikel 000000128

artikel 000000129

artikel 000000130

artikel 000000131

artikel 000000132

artikel 000000133

artikel 000000134

artikel 000000135

artikel 000000136

artikel 000000137

artikel 000000138

artikel 000000139

artikel 000000140

artikel 000000141

artikel 000000142

artikel 000000143

artikel 000000144

artikel 000000145

artikel 000000146

artikel 000000147

artikel 000000148

artikel 000000149

artikel 000000150

artikel 000000151

artikel 000000152

artikel 000000153

artikel 000000154

artikel 000000155

artikel 000000156

artikel 000000157

artikel 000000158

artikel 000000159

artikel 000000160

artikel 000000161

artikel 000000162

artikel 000000163

artikel 000000164

artikel 000000165

artikel 000000166

artikel 000000167

artikel 000000168

artikel 000000169

artikel 000000170

artikel 000000171

artikel 000000172

artikel 000000173

artikel 000000174

artikel 000000175

informasi terbaru kabupaten belu 00000056

informasi terbaru kabupaten belu 00000057

informasi terbaru kabupaten belu 00000058

informasi terbaru kabupaten belu 00000059

informasi terbaru kabupaten belu 00000060

informasi terbaru kabupaten belu 00000061

informasi terbaru kabupaten belu 00000062

informasi terbaru kabupaten belu 00000063

informasi terbaru kabupaten belu 00000064

informasi terbaru kabupaten belu 00000065

informasi terbaru kabupaten belu 00000066

informasi terbaru kabupaten belu 00000067

informasi terbaru kabupaten belu 00000068

informasi terbaru kabupaten belu 00000069

informasi terbaru kabupaten belu 00000070

informasi terbaru kabupaten belu 00000071

informasi terbaru kabupaten belu 00000072

informasi terbaru kabupaten belu 00000073

informasi terbaru kabupaten belu 00000074

informasi terbaru kabupaten belu 00000075

informasi terbaru kabupaten belu 00000076

informasi terbaru kabupaten belu 00000077

informasi terbaru kabupaten belu 00000078

informasi terbaru kabupaten belu 00000079

informasi terbaru kabupaten belu 00000080

informasi terbaru kabupaten belu 00000081

informasi terbaru kabupaten belu 00000082

informasi terbaru kabupaten belu 00000083

informasi terbaru kabupaten belu 00000084

informasi terbaru kabupaten belu 00000085

informasi terbaru kabupaten belu 00000086

informasi terbaru kabupaten belu 00000087

informasi terbaru kabupaten belu 00000088

informasi terbaru kabupaten belu 00000089

informasi terbaru kabupaten belu 00000090

informasi terbaru kabupaten belu 00000091

informasi terbaru kabupaten belu 00000092

informasi terbaru kabupaten belu 00000093

informasi terbaru kabupaten belu 00000094

informasi terbaru kabupaten belu 00000095

informasi terbaru kabupaten belu 00000096

informasi terbaru kabupaten belu 00000097

informasi terbaru kabupaten belu 00000098

informasi terbaru kabupaten belu 00000099

informasi terbaru kabupaten belu 00000100

informasi terbaru kabupaten belu 00000101

informasi terbaru kabupaten belu 00000102

informasi terbaru kabupaten belu 00000103

informasi terbaru kabupaten belu 00000104

informasi terbaru kabupaten belu 00000105

informasi terbaru kabupaten belu 00000106

informasi terbaru kabupaten belu 00000107

informasi terbaru kabupaten belu 00000108

informasi terbaru kabupaten belu 00000109

informasi terbaru kabupaten belu 00000110

informasi terbaru kabupaten belu 00000111

informasi terbaru kabupaten belu 00000112

informasi terbaru kabupaten belu 00000113

informasi terbaru kabupaten belu 00000114

informasi terbaru kabupaten belu 00000115

informasi terbaru kabupaten belu 00000116

informasi terbaru kabupaten belu 00000117

informasi terbaru kabupaten belu 00000118

informasi terbaru kabupaten belu 00000119

informasi terbaru kabupaten belu 00000120

informasi terbaru kabupaten belu 00000121

informasi terbaru kabupaten belu 00000122

informasi terbaru kabupaten belu 00000123

informasi terbaru kabupaten belu 00000124

informasi terbaru kabupaten belu 00000125

informasi terbaru kabupaten belu 00000126

informasi terbaru kabupaten belu 00000127

informasi terbaru kabupaten belu 00000128

informasi terbaru kabupaten belu 00000129

informasi terbaru kabupaten belu 00000130

news-1701