Upacara pemakaman di Indonesia biasanya dilakukan dengan adat yang unik, meriah, dan mewah. Bahkan, biaya yang dikeluarkan pun bisa mencapai ratusan juta rupiah. Indonesia memang menjadi salah satu negara yang masih memegang teguh kepercayaan dan sangat melestarikan adat nenek moyang.

Oleh karena itu, ritual pemakaman ini menjadi proses akhir untuk mengantarkan seseorang yang sudah meninggal dunia ke tempat peristirahatan terakhir. Penasaran apa saja upacara kedukaan termahal di Indonesia? Simak di sini!

Upacara Pemakaman di Indonesia dengan Biaya Fantastis

Beberapa wilayah Indonesia memiliki adat untuk menggelar upacara kedukaan secara khusus untuk melepas sang arwah. Lalu, tahukah Anda bahwa ada upacara pemakaman yang sangat mewah dan menghabiskan banyak biaya? Berikut adalah 5 upacara kedukaan termahal yang ada di Indonesia:

1. Adat Bali, Ngaben

Ragam upacara kedukaan yang diselenggarakan di Pulau Bali ini mayoritas dipercayai dan dilakukan oleh penduduknya yang beragama Hindu. Perlu Anda ketahui, bahwa Ngaben merupakan upacara kremasi dengan tujuan untuk mengirimkan arwah ke kehidupan yang selanjutnya.

Bagi keluarga yang ingin menggelar upacara kedukaan ini, mereka biasanya akan menyesuaikan dengan perhitungan kalender saka. Keluarga yang sedang berduka ini juga harus mempersiapkan banyak uang untuk membayar pembuatan wadah jenazah. Bahkan biaya Ngaben di Bali ini bisa mencapai puluhan juta rupiah.

Nantinya, jenazah akan dibakar dalam sebuah patung yang berbentuk lembu. Selain itu, pihak keluarga juga harus mempersiapkan sesajen dan pernak-pernik lain sebagai persyaratan upacara Ngaben.

Jadi, tidak hanya membakar jenazah, melainkan juga bunga dan berbagai macam persembahan lainnya. Sehingga tidak heran apabila banyak yang melakukan upacara Ngaben secara bersama-sama, mereka bisa patungan dan dapat meringankan biaya pemakaman.

2. Tana Toraja, Rambu Solo

Upacara pemakaman dari Indonesia yang menghabiskan banyak sekali uang selanjutnya adalah Rambu Solo. Perlu Anda ketahui, bahwa masyarakat Toraja meyakini, bahwa tanpa adanya upacara Rambu Solo ini, maka arwah orang yang meninggal akan memberikan kedukaan pada keluarganya.

Nah, upacara adat kedukaan dari masyarakat Toraja ini merupakan sebagai penghormatan terakhir dan penghantaran arwah orang yang meninggal menuju ke alam roh.

Upacara ini merupakan sebuah penyempurnaan kedukaan bagi seseorang. Dalam upacara pemakaman Rambu Solo ini, ada banyak sekali persyaratan yang perlu keluarga almarhum penuhi.

Salah satu syarat dari upacara pemakaman di Toraja adalah menyediakan kerbau dan babi sebagai hewan kurban. Bagi masyarakat Toraja, kerbau merupakan hewan suci yang bisa menghantarkan arwah ke puya atau surga.

Mereka menyebut hewan persembahan ini sebagai tedong bonga atau kerbau lumpur. Sesuai dengan namanya, tedong bonga ini memiliki warna kulit yang belang.

Jumlah kerbau yang akan dikorbankan pada upacara kedukaan ini sendiri tergantung pada strata sosial dari keluarga jenazah. Semakin tinggi strata sosialnya, maka akan semakin banyak juga jumlah kurbannya.

3. Suku Dayak, Tiwah

Masyarakat suku Dayak memang terkenal kaya akan budayanya yang sangat kental. Bahkan, masyarakat Dayak terkenal akan kecantikan para wanitanya, namun juga sangat misterius.

Jika berbicara tentang upacara pemakaman suku Dayak, maka budaya mereka yang satu ini juga tidak akan kalah mengejutkan. Upacara ini merupakan perpaduan dari Rambu Solo Tana Toraja dan Mangokal Holi.

Beberapa masyarakat biasa menyebutnya sebagai Tiwah, Tiwah Lale, atau Magah Salumpuk Liau Uluh Matei. Upacara ini merupakan upacara sakral terbesar dalam suku Dayak Ngaju di Kalimantan Tengah.

Upacara Tiwah ini merupakan upacara untuk mengantarkan jenazah ke tempat khusus. Tiwah sendiri akan digelar ketika seseorang yang sudah meninggal di liang kubur hanya menyisakan tulangnya saja. Tulang ini nantinya dipindahkan keluarga ke sebuah tempat yang bernama Sandung.

Jika ingin melaksanakan upacara kedukaan Tiwah, maka keluarga almarhum harus menyembelih hewan ternak. Seperti babi, kerbau, atau sapi sebagai korban untuk orang yang sudah lama meninggal. Biaya yang perlu keluarga keluarkan juga cukup besar, karena banyaknya hewan ternak yang harus mereka sembelih.

4. Adat Sumba, Marapu

Perlu Anda ketahui, bahwa Marapu merupakan agama kepercayaan lokal yang memuja leluhur dan nenek moyangnya. Penganut kepercayaan ini bahkan sudah lebih dari setengah penduduk Pulau Sumba. Upacara Marapu sendiri selalu terjadi dengan penyembelihan hewan kurban, baik kerbau maupun kuda.

Tentunya, upacara kedukaan Marapu ini membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Masyarakat Sumba sendiri meyakini bahwa roh nenek moyangnya ikut menghadiri upacara yang mereka selenggarakan tersebut.

5. Adat Batak, Mangkoli Holi

Salah satu upacara pemakaman Indonesia paling mahal terakhir adalah Mangkoli Holi dari Batak. Upacara ini terbagi menjadi dua rangkaian, yakni ketika meninggal dan ketika pelaksanaan Mangkoli Holi.

Pihak keluarga almarhum nantinya akan melaksanakan perayaan selama kurang lebih tiga hari. Upacara ini sendiri diselenggarakan dengan pemotongan ternak. Selain itu, ada juga penyewaan sound system untuk menyanyikan lagu-lagu khusus bagi keluarga almarhum sebagai penghormatan terakhir.

Setelah bertahun-tahun kemudian, Mangkoli Holi atau pemindahan tulang belulang ini baru keluarga almarhum lakukan. Tubuh yang sudah tinggal tulang tersebut akan kembali keluarga kuburkan. Kemudian, mereka akan membangunkan sebuah tugu atau makam batu yang biayanya pun tidak kalah mahal.

Biasanya, dalam mengadakan upacara Mangkoli Holi ini, sekelompok marga mendirikan makam batu yang berbentuk monumen sebagai penanda asal muasal leluhurnya. Dalam upacara ini juga terdapat pemotongan hewan ternak, seperti kerbau untuk menjamu tamu.

Selain itu, dalam pelaksanaan upacara ini juga butuh hewan yang nantinya akan keluarga kurbankan. Tidak jarang masyarakat akan menggunakan kuda sebagai hewan kurbannya. Namun, jangan berpikir bahwa hewan saja sudah cukup untuk melaksanakan upacara ini.

Pihak keluarga juga harus menyiapkan kain ulos sebagai bentuk harapan agar berkah selalu mengiringi keturunan dari orang yang meninggal tersebut.

Upacara Pemakaman Mana yang Pernah Anda Saksikan?

Itulah serangkaian upacara pemakaman di Indonesia yang bisa menghabiskan banyak biaya. Karena berbagai proses serta biaya yang dibutuhkan, tentu nilai filosofis yang terkandung dalam setiap upacara kedukaan ini sangatlah besar.

Jadi, tidak heran apabila budaya dan adat ini harus tetap masyarakat Indonesia lestarikan hingga generasi selanjutnya agar tidak tergerus oleh zaman. Bahkan, tradisi ini sering masyarakat dunia anggap sebagai sebuah pertunjukan wisata yang menarik, baik untuk turis lokal maupun mancanegara.

Artikel Lainnya

Waruga: Tradisi Pemakaman Unik dari Suku Minahasa

permalink

Tujuan Memberikan Karangan Bunga Duka Cita, Ada Makna Spiritualnya!

permalink

Segala kebutuhan mereka
di saat kita telah tiada

Proses pemakaman merupakan sebuah beban yang kadang tidak terpikirkan. Dapatkan kemudahan bersama kami.
Proteksi Pemakaman Jasa Pemakaman