Haul adalah suatu kebiasaan yang telah lama menjadi bagian penting dalam kehidupan umat Islam di Indonesia. Konteks ini merujuk pada peringatan hari wafatnya para wali dan ulama. Lantas, bagaimana sejarah dan pandangan pemuka agama terkait pelaksanaannya? Temukan jawaban lengkapnya dalam uraian berikut ini!

Apa Itu Haul?

Setiap tahun, umat Islam memperingati peristiwa kematian para tokoh besar agama Islam. Momentum ini dikenal dengan istilah “haul”, sebuah acara spiritual yang bermakna dan mengandung nilai ajaran Islam. Ziarah atau haul adalah tradisi penting dalam Islam yang bermaksud untuk mengenang jasa para orang-orang saleh.

Bukan sekadar acara peringatan, tetapi juga mengandung nilai-nilai ajaran Islam sangat mendalam. Asal-usul Istilah “haul” berasal dari bahasa Arab yang memiliki arti "tahun". Karena itu, pelaksanaanya hanya terjadi satu kali dalam setahun yaitu bertepatan dengan hari berpulangnya para wali dan ulama.

Dalam praktiknya, kaum muslimin dan muslimat melaksanakannya ketika menyambut bulan Syawal dan Ramadhan. Aktivitasnya mencakup, seperti berdoa secara massal dan ziarah sebelum puasa dengan menabur bunga atau “nyekar”. Adat ini merupakan hasil dari akulturasi antara budaya Islam, Jawa, dan Hindu.

Lebih dari sekadar ritual keagamaan, ziarah mencerminkan aspek sosial yang sangat tinggi. Setiap individu memiliki kesempatan untuk merenungkan peran historis pendakwah, mengekspresikan rasa cinta, dan memohon ampunan. Berziarah juga mengingatkan akan kematian sebagai bagian tak terelakkan dari kehidupan.

Bagaimana Sejarah Haul?

Berziarah terindikasi pertama kali muncul di daerah Hadramaut, Yaman. Akan tetapi, sejarah haul adalah fenomena yang masih belum dapat terlacak secara pasti. Masyarakat pada kawasan Yaman sangat kental terhadap stratifikasi sosial, sehingga kehidupan mereka terbagi berdasarkan latar belakang keturunan.

Para sayyid, keturunan Nabi Muhammad SAW menduduki puncak struktur sosial.  Urutan selanjutnya yaitu kaum masyayikh atau keturunan tokoh pemikir Islam. Kemudian, qabail atau anggota suku-suku terkemuka. Terakhir, golongan masaakin atau orang miskin yang tidak memiliki ilmu maupun harta.

Sebagai pemimpin spiritual dan otoritas agama, sayyid memegang peranan sentral dalam kehidupan masyarakat. Bahkan setelah wafat, mereka dianggap sebagai perantara doa umat Islam kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW. Itulah sebabnya masyarakat mengadakan ziarah ke makam sekali dalam setahun.

Umumnya, pemimpin acara haul adalah keturunan para sayyid. Tujuannya yaitu memberikan kesempatan untuk mengenang jasa leluhur mereka melalui ceramah. Ziarah tidak hanya memperkuat fungsi sosial para sayyid sebagai pewaris, melainkan juga membangun hubungan emosional dan spiritual.

Tradisi haul menjadi pembeda antara ulama dengan Nabi Muhammad SAW. Para ulama diperingati atas peristiwa wafatnya. Sementara acara maulid merupakan peringatan hari kelahiran Rasulullah SAW. Alasannya adalah kelahiran ulama sama seperti bayi umumnya, namun keistimewaan mereka terlihat selama masa hidupnya.

Apa Saja yang Dilakukan Saat Haul?

Kegiatan ziarah lazim terjadi satu kali dalam setahun, yakni bertepatan pada hari kematian tokoh besar agama Islam. Pelaksanaannya bisa secara perorangan maupun bergabung dengan kelompok. Namun, apa saja rangkaian pelaksanaannya? Jika sering memperhatikan, haul tidak terlepas dari tiga hal berikut ini.

1. Pembacaan Doa dan Tahlil

Menurut KH. Ali Ma'shum dalam kitab Ahlussunnah wal Jamaah berpendapat bahwa amalan orang yang masih hidup dapat diberikan kepada yang telah meninggal dunia. Pengertian amal baik tersebut meliputi aktivitas membaca Al-Quran, berzikir, bersedekah, serta berdoa.

Maksud dari berdoa dalam rangkaian acara haul adalah memohon kepada Allah SWT untuk memberikan pengampunan dosa. Jika memanjatkan doa langsung kepada yang telah meninggal dianggap sebagai tindakan menyekutukan Allah SWT. Hukum tersebut telah tertuang dalam Al-Quran Surah Yunus ayat 106.

2. Pengajian Umum

Setelah membaca tahlil dan berdoa, kegiatan selanjutnya yaitu pengajian umum. Kajian keagamaan merupakan dakwah melalui ucapan yang bermanfaat memberikan wawasan dan bimbingan untuk meningkatkan kualitas ketakwaan. Biasanya, acara pengajian dalam ziarah diawali dengan pembacaan riwayat hidup wali atau ulama.

Tidak hanya memperluas pemahaman ajaran agama Islam, melainkan juga mendorong praktik amal saleh dalam ibadah dan bersosial. Kelebihan dari pengajian haul adalah tidak mengeluarkan biaya besar dan dapat menampung berbagai lapisan masyarakat. Selain itu, juga mengandung pesan yang mendorong peningkatan moralitas dan etika.

3. Sedekah

Memberikan sedekah dengan niat untuk wali atau ulama yang telah wafat merupakan amalan saleh dalam agama Islam. Sehingga, hukum sedekah dalam rangkaian haul adalah halal selama tidak melanggar syariat Islam. Namun, jika meminta bantuan kepada yang telah meninggal dengan bersedekah termasuk dalam dosa besar.

Bagaimana Pandangan Ulama Mengenai Haul?

Sebenarnya, ziarah tidak memiliki dasar tegas dalam Islam. Akan tetapi, pelaksanaan haul adalah tradisi atau amal baik apabila dengan niat ikhlas dan tidak melenceng. Beberapa pemuka agama mendukung dengan mengutip hadis yang menyebutkan keutamaan mengenang para orang-orang saleh.

Namun demikian, ada juga pandangan dari sebagian ulama yang menilai sebagai bid'ah. Alasannya karena kurang adanya sumber yang kuat mengenai kegiatan ziarah dalam ajaran syariat Islam. Mereka berpendapat bahwa lebih baik untuk menghormati dan mengikuti jejak wali atau ulama besar dengan meneladaninya saja.

Tradisi ziarah dapat berbeda-beda, tergantung pada budaya masyarakat Islam di berbagai belahan dunia. Beberapa tempat mungkin merayakannya dengan acara yang besar dan meriah. Sedangkan di daerah lain, bisa jadi hanyalah peringatan sederhana dengan zikir dan doa bersama.

Sudah Tahu Apa Itu Haul?

Dalam ziarah, penting untuk menjaga keseimbangan antara penghormatan terhadap wali atau ulama dengan memastikan tidak terjerumus pada perbuatan syirik. Intinya, haul adalah upaya untuk mengenang, menghormati, dan mempelajari ajaran syariat Islam yang ditinggalkan oleh orang-orang saleh.

Berbicara tentang ziarah, jika Anda membutuhkan layanan proteksi pemakaman yang terpercaya, maka dapat menggunakan jasa pemakaman dari Kamboja. Anda bisa mendapatkan harga pemakaman muslim terbaik dengan paket custom. Silakan mengunjungi situs web jasa pemakaman terpercaya Kamboja untuk informasi lebih lanjut atau berdiskusi dengan salah satu tim Kamboja dengan cara menghubungi kontak Kamboja.

Disclaimer: Kamboja tidak dapat menjamin kebenaran atau keakuratan data, tips maupun informasi yang tercantum di dalam artikel diatas. Mohon hubungi pihak terkait atau pun instansi yang berwenang jika anda memerlukan bantuan medis maupun administratif.

Artikel Lainnya

Nafsul Muthmainnah Jakarta, Pengurusan Pemakaman di Jakarta Timur

permalink

Butuh Pengiriman Jenazah ke Sumatera Cek di Sini!

permalink

Segala kebutuhan mereka
di saat kita telah tiada

Proses pemakaman merupakan sebuah beban yang kadang tidak terpikirkan. Dapatkan kemudahan bersama kami.
Proteksi Pemakaman Jasa Pemakaman
Rated Excellent 5.0/5.0