Di Indonesia, ketika orang meninggal akan kita antarkan ke pemakaman pasti menggunakan keranda jenazah sebagai media untuk mengangkatnya. Bagi orang islam, pasti akan menggunakannya keranda tersebut.

Namun, tidak jarang agama lain juga menggunakan keranda untuk membawa jenazah. Lantas bagaimana awal mula penggunaan keranda mayat dan bagaimana adabnya?

Bagaimana Sejarah Penggunaan Keranda Jenazah?

Keranda merupakan media atau alat transportasi untuk mengantarkan jenazah dari rumah menuju area pemakaman. Di Indonesia penggunaan keranda jenazah sangat biasa sehingga di setiap Tempat Pemakaman Umum (TPU) menyediakannya untuk kita gunakan jika ada orang yang meninggal.

Awal mula penggunaan keranda ini muncul pada zaman Rasulullah. Pada suatu hari, Sayyidah Fatimah Az-Zahra, putri Rasulullah tiba-tiba menangis ketika melihat segerombolan laki-laki yang sedang mengantarkan jenazah seorang wanita menuju ke tempat pemakaman.

Sayyidah Asma Binti Khumaisy yang sedang menemani bertanya kepada sayyidah Fatimah Az-Zahra kenapa beliau menangis melihat segerombolan laki-laki mengantarkan jenazah.

Sayyidah Fatimah Azzahra menjawab bahwasanya ketika meninggal dan dibungkus kain kafan ketika segerombolan orang mengantarkan jenazahnya menuju ke tempat pemakaman, beliau malu karena orang-orang akan melihat lekuk tubuhnya.

Kemudian, sayyidah Asma binti Khumaisy menjawab bahwa di negeri Habasyiah, beliau melihat jenazah diletakkan pada tempat bernama keranda pada saat mengantarkannya menuju tempat pemakaman. Keranda itu bisa jadi penutup dari pandangan segerombolan orang yang mengantarkan jenazah menuju pemakaman.

Mendengarkan jawaban Asma Binti Khumaisy, beliau tersenyum dan mewasiatkan jika beliau wafat, maka letakkan jenazahnya di atas keranda agar orang yang mengantarkannya menuju tempat pemakaman tidak dapat melihat lekuk tubuh beliau.

Semenjak itu, seluruh umat islam menggunakan keranda jenazah sebagai transportasi menuju ke tempat pemakaman.

Apa Keutamaan Mengantarkan Jenazah?

Kematian merupakan suatu hal yang pasti akan menghampiri semua manusia, hanya waktunya saja yang berbeda. Kematian merupakan hal yang sudah pasti dan menjadi ketetapan Allah SWT. Semua yang hidup di dunia pasti akan menemui kematian.

Pada saat ada yang meninggal dunia, sebagai sesama muslim Anda harus ikut dalam rangkaian mengurusi jenazah. Anda dapat ikut dalam mengiringi proses pemakaman jenazah menuju pemakaman.

Namun sebelum itu, pihak keluarga harus memandikan, memakaikan kain kafan, dan menyolatkan hingga semua proses selesai untuk menguburkan ke pemakaman. Ketika ada orang meninggal di sekitar rumah, Anda sebagai tetangga memiliki kewajiban untuk mengantarkan jenazahnya ke pemakaman.

Dalam islam, apabila terdapat orang meninggal di sekitar rumah hendaknya untuk ikut mengantarkan jenazahnya menuju pemakaman. Mengantarkan jenazah menuju pemakaman hukumnya fardhu kifayah.

Mengantarkan jenazah sampai ke pemakaman terakhir merupakan salah satu amalan yang disunahkan dalam islam yang diyakini akan mendapat ganjaran pahala dari Allah SWT. Dengan mengantarkan jenazah menuju pemakaman, maka mengingatkan bahwa siapapun akan mengalami kematian dan kembali kepada Nya.

Dalam mengantarkan jenazah ke tempat pemakaman, maka terdapat perintah untuk tidak menggunakan kendaraan tetapi memakai keranda jenazah. Apabila ada udzur untuk menggunakan kendaraan karena jarak rumah dengan pemakaman yang jauh, maka anjuran untuk mengiringi jenazah dengan berjalan kaki menjadi gugur.

Bagaimana Adab Mengantarkan Jenazah?

Pada saat mengantarkan jenazah menuju ke pemakaman, setiap orang dianjurkan untuk selalu berdzikir dan memperbanyak bacaan tahlil. Selain itu, terdapat beberapa adab yang harus Anda perhatikan dalam mengantarkan jenazah, antara lain:

1. Tidak Mengeraskan Suara

Pada saat mengiringi jenazah menuju ke pemakaman dengan mengangkat keranda jenazah, alangkah baiknya menyuarakan dzikir dan tahlil secara lirih. Anda tidak boleh berisik atau mengeluarkan suara keras pada saat mengiringi jenazah ke pemakaman.

Hal ini untuk menghindari umat muslim menyerupai sikap kaum nasrani yang mengeraskan suaranya dalam meratapi kesedihan melalui lagu-lagu. Oleh karena itu, alangkah baiknya mengucapkan dzikir dan tahlil dengan lirih agar tidak menyerupai kaum nasrani.

2. Berdiri Pada Saat Jenazah Diangkat

Pada saat mayat sudah berada di keranda jenazah menuju pemakaman, maka terdapat 4 orang yang mengangkat keranda pada tiap ujungnya. Setelah diangkat, pelayat berdiri dan tidak disarankan untuk kembali duduk sebelum jenazah sampai ke tempat pemakaman.

Ini merupakan penghormatan terakhir kepada almarhum atau almarhumah yang telah meninggal dunia. Setelah membacakan doa pada saat di rumah duka dengan keadaan berdiri, maka proses mengiringi jenazah menuju pemakaman hingga proses pemakaman alangkah baiknya pelayat tetap berdiri.

Setelah berdoa untuk terakhir kali, maka anjuran ini telah gugur. Sebab, proses pemakaman telah selesai.

3. Mempercepat Langkah Saat Membawa Keranda Jenazah

Adab terakhir dalam mengiringi jenazah menuju pemakaman adalah pelayat hendaknya mempercepat langkah menuju pemakaman. Ini merupakan keharusan pelayat dalam mempercepat langkah jenazah menuju ke pemakaman.

Mengurus jenazah mulai dari memandikan, mengkafani, menyolatkan, hingga menguburkan alangkah baiknya kita lakukan dengan segera. Jika terdapat udzur untuk menyegerakan pemakaman, saat ini terdapat event organizer pemakaman yang bisa menjadi alternatif mengurus jenazah sesuai dengan syariat agama.

Jasa pemakaman Kamboja akan mengurus jenazah mulai dari mengirimnya menuju rumah duka hingga menempatkan jenazah di tempat pemakaman yang menjadi tempat peristirahatan terakhir. Dengan jasa pengiriman jenazah, Anda tidak perlu repot dan bisa lebih fokus mendoakan orang tersayang yang telah tiada.

Kamboja senantiasa disisi anda dalam menyediakan jasa pelayanan pemakaman dan proteksi pemakaman bagi anda dan keluarga tercinta anda dalam memberikan dukungan emosional dan perencanaan.

Sudah Tahu Sejarah Penggunaan Keranda Jenazah?

Sejarah penggunaan keranda jenazah muncul pada zaman Nabi Muhammad SAW saat putri Rasulullah, Sayyidah Fatimah Azzahra mewasiatkan kepada Asma Binti Khumaisy. Dalam wasiatnya, jika beliau wafat, maka antarkan beliau ke pemakaman menggunakan keranda.

Beliau merasa malu apabila orang orang melihat tubuh beliau ketika mengantarkan menuju pemakaman. Keranda juga dapat menjadi alat penutup ketika mengantarkan menuju pemakaman.

Lebih lanjut, selain membawanya menggunakan keranda, hal penting lainnya adalah alangkah baiknya umat muslim untuk mempercepat proses pengurusan jenazah. Mulai dari memandikan, mengkafani, menyolati, dan menguburkan tetapi harus tetap sesuai dengan syariat agama islam.

Disclaimer: Kamboja tidak dapat menjamin kebenaran atau keakuratan data, tips maupun informasi yang tercantum di dalam artikel diatas. Mohon hubungi pihak terkait atau pun instansi yang berwenang jika anda memerlukan bantuan medis maupun administratif.

Artikel Lainnya

Jasa Pengurusan Kedukaan Lengkap untuk Membantu Keluarga Saat Kehilangan

permalink

Meninggal Hari Kamis, Pertanda Baik atau Bukan? Ini Penjelasan dalam Islam

permalink

Segala kebutuhan mereka
di saat kita telah tiada

Proses pemakaman merupakan sebuah beban yang kadang tidak terpikirkan. Dapatkan kemudahan bersama kami.
Proteksi Pemakaman Jasa Pemakaman
Rated Excellent 5.0/5.0
news-1701

yakinjp

MAUJP

MAUJP

MAUJP

SATGASJITU

SLOT GACOR

SALAMJITU

SATGASJITU

SEMOGAJITU

SALAMJITU

Slot Gacor

MAUJP

Slot Gacor

SLOT GACOR

artikel 000000121

artikel 000000122

artikel 000000123

artikel 000000124

artikel 000000125

artikel 000000126

artikel 000000127

artikel 000000128

artikel 000000129

artikel 000000130

artikel 000000131

artikel 000000132

artikel 000000133

artikel 000000134

artikel 000000135

artikel 000000136

artikel 000000137

artikel 000000138

artikel 000000139

artikel 000000140

artikel 000000141

artikel 000000142

artikel 000000143

artikel 000000144

artikel 000000145

artikel 000000146

artikel 000000147

artikel 000000148

artikel 000000149

artikel 000000150

artikel 000000151

artikel 000000152

artikel 000000153

artikel 000000154

artikel 000000155

artikel 000000156

artikel 000000157

artikel 000000158

artikel 000000159

artikel 000000160

artikel 000000161

artikel 000000162

artikel 000000163

artikel 000000164

artikel 000000165

artikel 000000166

artikel 000000167

artikel 000000168

artikel 000000169

artikel 000000170

artikel 000000171

artikel 000000172

artikel 000000173

artikel 000000174

artikel 000000175

informasi terbaru kabupaten belu 00000056

informasi terbaru kabupaten belu 00000057

informasi terbaru kabupaten belu 00000058

informasi terbaru kabupaten belu 00000059

informasi terbaru kabupaten belu 00000060

informasi terbaru kabupaten belu 00000061

informasi terbaru kabupaten belu 00000062

informasi terbaru kabupaten belu 00000063

informasi terbaru kabupaten belu 00000064

informasi terbaru kabupaten belu 00000065

informasi terbaru kabupaten belu 00000066

informasi terbaru kabupaten belu 00000067

informasi terbaru kabupaten belu 00000068

informasi terbaru kabupaten belu 00000069

informasi terbaru kabupaten belu 00000070

informasi terbaru kabupaten belu 00000071

informasi terbaru kabupaten belu 00000072

informasi terbaru kabupaten belu 00000073

informasi terbaru kabupaten belu 00000074

informasi terbaru kabupaten belu 00000075

informasi terbaru kabupaten belu 00000076

informasi terbaru kabupaten belu 00000077

informasi terbaru kabupaten belu 00000078

informasi terbaru kabupaten belu 00000079

informasi terbaru kabupaten belu 00000080

informasi terbaru kabupaten belu 00000081

informasi terbaru kabupaten belu 00000082

informasi terbaru kabupaten belu 00000083

informasi terbaru kabupaten belu 00000084

informasi terbaru kabupaten belu 00000085

informasi terbaru kabupaten belu 00000086

informasi terbaru kabupaten belu 00000087

informasi terbaru kabupaten belu 00000088

informasi terbaru kabupaten belu 00000089

informasi terbaru kabupaten belu 00000090

informasi terbaru kabupaten belu 00000091

informasi terbaru kabupaten belu 00000092

informasi terbaru kabupaten belu 00000093

informasi terbaru kabupaten belu 00000094

informasi terbaru kabupaten belu 00000095

informasi terbaru kabupaten belu 00000096

informasi terbaru kabupaten belu 00000097

informasi terbaru kabupaten belu 00000098

informasi terbaru kabupaten belu 00000099

informasi terbaru kabupaten belu 00000100

informasi terbaru kabupaten belu 00000101

informasi terbaru kabupaten belu 00000102

informasi terbaru kabupaten belu 00000103

informasi terbaru kabupaten belu 00000104

informasi terbaru kabupaten belu 00000105

informasi terbaru kabupaten belu 00000106

informasi terbaru kabupaten belu 00000107

informasi terbaru kabupaten belu 00000108

informasi terbaru kabupaten belu 00000109

informasi terbaru kabupaten belu 00000110

informasi terbaru kabupaten belu 00000111

informasi terbaru kabupaten belu 00000112

informasi terbaru kabupaten belu 00000113

informasi terbaru kabupaten belu 00000114

informasi terbaru kabupaten belu 00000115

informasi terbaru kabupaten belu 00000116

informasi terbaru kabupaten belu 00000117

informasi terbaru kabupaten belu 00000118

informasi terbaru kabupaten belu 00000119

informasi terbaru kabupaten belu 00000120

informasi terbaru kabupaten belu 00000121

informasi terbaru kabupaten belu 00000122

informasi terbaru kabupaten belu 00000123

informasi terbaru kabupaten belu 00000124

informasi terbaru kabupaten belu 00000125

informasi terbaru kabupaten belu 00000126

informasi terbaru kabupaten belu 00000127

informasi terbaru kabupaten belu 00000128

informasi terbaru kabupaten belu 00000129

informasi terbaru kabupaten belu 00000130

news-1701