
Bagi sebagian masyarakat Tionghoa, makam bukan sekadar tempat untuk menyimpan jasad orang yang sudah meninggal. Lokasi, bentuk tanah, arah makam, keberadaan air, hingga kondisi lingkungan sekitar dipercaya memiliki hubungan dengan keharmonisan antara leluhur dan keturunannya. Inilah yang dinamakan feng shui kuburan Cina.
Feng shui kuburan Cina dikenal sebagai 风水 (Fēng Shuǐ), yaitu prinsip penataan lingkungan berdasarkan hubungan antara energi alam, bentuk lahan, arah, dan aliran qi (气; Qì).
Namun, perlu dipahami bahwa kepercayaan feng shui kuburan merupakan kepercayaan dan tradisi budaya, bukan sesuatu yang telah dibuktikan secara ilmiah. Setiap keluarga Tionghoa juga bisa memiliki tradisi dan cara pandang yang berbeda.
Secara sederhana, feng shui kuburan Cina adalah penerapan prinsip feng shui pada makam atau tempat peristirahatan leluhur. Dalam pemakaman Tionghoa, konsep ini sering dikaitkan dengan 阴宅 (Yīn Zhái) yaitu tempat bersemayamnya orang yang telah meninggal.
Berbeda dengan 阳宅 (Yáng Zhái) yang berkaitan dengan rumah bagi orang yang masih hidup, yin zhai berfokus pada bagaimana makam ditempatkan dalam lanskap.
Tujuannya bukan sekadar membuat makam terlihat bagus. Perhatian diberikan pada bagaimana bukit, tanah, air, pepohonan, batu, arah, dan bentuk lahan di sekitar makam saling berhubungan.
Ada keyakinan bahwa ketika makam leluhur berada dalam lingkungan yang harmonis, qi dapat mengalir dengan baik. Kondisi tersebut kemudian dipercaya memberikan pengaruh baik terhadap keturunan, misalnya keharmonisan keluarga, kesehatan, keberuntungan, atau kemakmuran.
Karena itulah, dalam praktik tradisional, pemilihan lokasi makam bisa menjadi sesuatu yang sangat serius dan bahkan melibatkan ahli feng shui.
Berikut beberapa fakta yang perlu diketahui:
Salah satu hal pertama yang diperhatikan dalam feng shui kuburan Cina adalah arah makam.
Arah biasanya ditentukan berdasarkan orientasi makam dan kondisi lanskap di sekitarnya. Dalam tradisi feng shui, arah tertentu dapat dikaitkan dengan unsur dan karakter energi yang berbeda.
Makam yang dianggap memiliki orientasi baik dipercaya dapat membantu menciptakan keseimbangan qi. Sebaliknya, posisi yang dianggap tidak tepat dipercaya dapat menyebabkan energi tidak harmonis.
Dalam feng shui, bagian belakang makam idealnya memiliki dukungan alami, seperti bukit atau dataran tinggi.
Konsep ini berkaitan dengan istilah 玄武 (Xuán Wǔ) atau Black Tortoise dalam sistem simbolik feng shui. Secara sederhana, bagian belakang dianggap membutuhkan perlindungan atau “sandaran”.
Jika bagian belakang makam memiliki bukit yang stabil, kondisi tersebut dipercaya memberikan rasa terlindungi dan kokoh.
Air atau 水 (Shuǐ) merupakan salah satu elemen yang sangat penting dalam feng shui.
Dalam tradisi feng shui, air yang berada di lokasi yang tepat dipercaya dapat membantu mengumpulkan atau membawa qi. Air yang tenang dan mengalir dengan baik sering dianggap lebih menguntungkan dibandingkan air yang kotor, tergenang, atau mengalir terlalu deras.
Air juga secara simbolis sering dikaitkan dengan rezeki dan kemakmuran.
Namun, bukan berarti makam harus selalu berada tepat di samping sungai. Posisi, arah aliran, jarak, dan bentuk lingkungan tetap menjadi pertimbangan.
Feng shui kuburan Cina tidak hanya berbicara tentang lokasi ketika makam pertama kali dibuat. Kondisi makam setelah bertahun-tahun juga diperhatikan.
Makam yang retak, rusak, ditumbuhi tanaman liar, tergenang air, atau tidak terawat dapat dianggap sebagai kondisi yang kurang baik.
Dalam kepercayaan tradisional, makam yang terawat menunjukkan penghormatan terhadap leluhur. Sebaliknya, makam yang dibiarkan rusak dianggap tidak mencerminkan hubungan harmonis antara keturunan dan leluhur.
Jadi, membersihkan makam, memperbaiki bagian yang rusak, dan menjaga lingkungan sekitarnya merupakan bagian penting dari penghormatan kepada orang yang telah meninggal.
Dalam feng shui, lanskap pegunungan sering dianalogikan dengan naga atau 龙 (Lóng). Naga merupakan simbol dari jalur atau bentuk energi yang mengalir melalui lanskap.
Pegunungan, bukit, dan kontur tanah dapat membentuk apa yang dalam tradisi feng shui disebut dragon vein atau urat naga.
Makam yang berada pada lokasi yang dianggap memiliki jalur naga yang baik dipercaya memiliki dukungan qi yang lebih kuat.
Elemen berikutnya adalah 沙 (Shā) atau pasir. Dalam konteks feng shui, istilah ini tidak selalu berarti pasir seperti yang ada di pantai.
“Sha” lebih sering digunakan untuk menggambarkan bukit, gundukan, atau bentuk tanah di sekitar lokasi utama yang berperan sebagai pelindung.
Konsep ini berkaitan dengan formasi lanskap yang mengelilingi makam. Dua sisi makam yang memiliki bukit atau kontur tanah yang seimbang dapat dianggap memberikan perlindungan.
Elemen 洞 (Dòng) berarti goa atau lubang/celah dalam lanskap.
Dalam feng shui tradisional, konsep “goa” lebih berkaitan dengan lokasi atau titik tempat qi dianggap berkumpul.
Tempat yang dianggap memiliki bentuk lahan yang tepat dan terlindungi dapat dipandang sebagai lokasi yang baik untuk menangkap atau mengumpulkan qi.
Batu nisan atau makam 墓 (Mù) merupakan bagian yang tidak bisa dipisahkan dari keseluruhan tata letak.
Arah batu nisan, bentuk makam, posisi terhadap lingkungan sekitar, serta kondisi fisiknya dapat menjadi bagian dari pertimbangan feng shui.
Dalam tradisi tertentu, perubahan posisi atau renovasi makam bahkan dapat dilakukan dengan pertimbangan khusus. Hal ini biasanya tidak dilakukan sembarangan karena makam dianggap sebagai tempat penting bagi leluhur.
Menentukan makam dengan feng shui yang dianggap baik sebenarnya cukup kompleks. Namun, jika dijelaskan secara sederhana, ada beberapa hal yang bisa diperhatikan.
Pilih lokasi yang tanahnya stabil dan tidak mudah terkena longsor, banjir, atau erosi. Ini penting bukan hanya dari perspektif feng shui, tetapi juga untuk menjaga makam dalam jangka panjang.
Lihat apa yang ada di belakang, depan, kiri, dan kanan makam. Apakah ada bukit? Apakah terlalu terbuka? Apakah ada bangunan tinggi atau jalan besar yang terlalu dekat?
Dalam feng shui, keseluruhan lanskap dianggap sebagai satu kesatuan.
Air sebaiknya tidak sekadar ada. Arah alirannya, kebersihan, dan posisinya terhadap makam turut diperhatikan. Hindari kondisi yang secara praktis berisiko, seperti air menggenang di sekitar makam.
Jangan menentukan arah hanya berdasarkan perkiraan matahari atau posisi jalan.
Jika keluarga memang mengikuti feng shui tradisional, penggunaan kompas feng shui dan konsultasi dengan praktisi yang memahami tradisi tersebut dapat menjadi pilihan.
Makam yang terawat menunjukkan rasa hormat kepada leluhur. Bersihkan lumut, daun, sampah, dan tanaman liar secara rutin serta segera perbaiki kerusakan.
Nah, apakah feng shui masih berlaku jika seseorang dikremasi?
Dalam tradisi Tionghoa, jawabannya bisa berbeda-beda tergantung keluarga dan aliran kepercayaan yang diikuti.
Jika abu kremasi ditempatkan di makam, columbarium, atau tempat khusus, sebagian keluarga tetap mempertimbangkan faktor seperti arah, lokasi, kondisi lingkungan, dan posisi tempat penyimpanan abu.
Jadi, feng shui tidak selalu berhenti pada pemakaman jenazah secara konvensional.
Untuk keluarga yang memilih kremasi, beberapa hal yang bisa dipertimbangkan antara lain:
Yang paling penting adalah memahami bahwa tidak ada satu standar feng shui yang berlaku untuk semua keluarga Tionghoa. Praktik bisa berbeda berdasarkan daerah, dialek, tradisi keluarga, serta aliran feng shui yang digunakan.
Agar tidak hanya terpaku pada kepercayaan, berikut tips tambahan:
Mengurus pemakaman, apalagi ketika keluarga sedang berduka, tentu bukan hal yang mudah. Selain memikirkan pakaian melayat Tionghoa ataupun tradisi yang ingin dijalankan, keluarga juga harus mengurus berbagai kebutuhan logistik upacara pemakaman, mulai dari persiapan tempat, perlengkapan, hingga kebutuhan lainnya.
Agar keluarga bisa lebih fokus memberikan penghormatan terakhir kepada orang terkasih, Kamboja.co.id menyediakan jasa pemakaman yang membantu menangani berbagai kebutuhan selama proses pemakaman.
Jika membutuhkan bantuan untuk mempersiapkan prosesi pemakaman yang lebih praktis dan terorganisir, Anda dapat mengetahui layanan selengkapnya melalui jasa pemakaman Kamboja.co.id melalui WhatsApp +62 822-1111-1415